“The Unfortunate Importance of Beauty”, Novel Wajib Semua Wanita | Breaktime
“The Unfortunate Importance of Beauty”, Novel Wajib Semua Wanita
08.03.2015

“Real men don’t love the most beautiful girl in the world. They love the girl who can make their world the most beautiful.”

Girls, what do you think of being beautiful or what is your own perception of beauty? Apart from this question, apakah saat ini B’timers benar-benar mencintai dan menerima diri sendiri apa adanya? Ini adalah sebuah sering menghantui wanita di belahan dunia mana saja.

Well, di tanggal 16 Februari 2015 kemarin, Amanda Filipacchi kembali hadir dengan karya terbarunya berjudul “ The Unfortunate Importance of Beauty”, sebuah novel fiksi that all girls must read! Bila novel Filipacchi sebelumnya, “Love Creeps”, sukses mengembangkan permasalahan nyata yang dialaminya sebagai gejala depresi, her fourth novel is partly meditation on the power of beauty.

Novel setebal 336 halaman ini menceritakan kisah persahabatan lima orang berbakat yang hidup in the heart of New York City. Adalah Barb, seorang desainer wanita Manhattan yang sukses dengan karirnya dan dianugerahi paras yang cantik menawan.Namun, Barb menyimpan kekhawatiran tersendiri. Akankah ia dapat menemukan sosok lelaki yang dapat menerimanya apa adanya dan tidak hanya tertarik dengan kecantikannya semata as her true love?

Pertanyaan inilah yang pada akhirnya membuat Barb merubah penampilannya dengan mengenakan fat suit, wig keriting, gigi palsu, serta contact lenses dengan warna buram. Ia pun menemukan kenyataan bahwa those men treat her with indifference! Namun, ketika ia mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, salah seorang pria berkata bahwa Barb telah mencuri sesuatu. Pria itu berujar, “You stole… my opportunity to make a good first impression.”

Novel ini sejatinya terinspirasi dari masa kecil Filipacchi yang hidup bersama dengan orang-orang cantik. Sayangnya, banyak orang berkisah kecantikan tersebut tidak terwariskan pada dirinya. Ia sering disarankan untuk mengoperasi mata ataupun bagian rahangnya. 

As she grew older she wondered why beauty seemed to matter so much.  Through this book, you will find out how an artistic group of friends struggle with the standard of beauty while trying to attract romantic partner and make a living!

Share This Article