“Saint Anything”, Pencarian Jati Diri dalam Bayang-Bayang Orang Lain | Breaktime
“Saint Anything”, Pencarian Jati Diri dalam Bayang-Bayang Orang Lain
07.06.2015

Bagi B’timers yang suka menghabiskan waktu luang dengan membaca buku-buku bertema keluarga, pencarian jati diri, rasa memiliki, dan perubahan dalam hidup, ada sebuah novel yang baru saja rilis di bulan Mei 2015 ini, “Saint Anything”.

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis remaja bernama Sydney Stanford yang hidup di sebuah keluarga dengan potret nyaris sempurna. Ia memiliki seorang ibu yang cantik dan berjiwa malaikat. Ia juga punya seorang kakak laki-laki yang hangat dan bersinar di kalangan teman-temannya.

Tak hanya itu, Sydney juga dikelilingi oleh teman-teman yang cerdas dan berjiwa dinamis. It’s all almost perfect! Namun, di balik semua itu, Sydney justru merasa bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa. Hidup Sydney seakan hanya berada di bawah bayang-bayang orang karismatik sekitarnya.

Perjuangan seorang gadis mencari jati diri dibawah bayang-bayang orang lain
Perjuangan seorang gadis mencari jati diri dibawah bayang-bayang orang lain

Hingga suatu hari, kakak Sydney, Peyton menabrak seorang anak dan mengakibatkannya lumpuh. Saat itu Peyton mengendarai mobilnya dalam keadaan mabuk. Akibat perbuatannya tersebut, ia pun harus rela untuk mendekam di penjara selama 15 tahun.

Namun, rasa bersalah ini ternyata juga ikut meneror Sydney yang tak bersalah. Berharap bisa ke luar dari lingkaran gosip di sekolah, ia pun meminta pindah ke sekolah baru. Di sanalah ia bertemu dengan Layla Chatham dan kakaknya, Mac.

Hubungan pertemanan baru ini seolah menjadi angin segar bagi Sydney. Namun, tidak dalam keluarganya. Ibu Sydney tetap tak bisa mengakui kesalahan Peyton dan terus-menerus mengkhawatirkan nasib Peyton di balik jeruji besi. Ibunya hanya fokus untuk mendukung Peyton seorang.

Share This Article