“Robin Crusoe”, Novel Pelopor dalam Khazanah Sastra Inggris | Breaktime
“Robin Crusoe”, Novel Pelopor dalam Khazanah Sastra Inggris
22.02.2015

Di balik setumpuk novel-novel berbahasa Inggris yang pernah Anda baca, somehow have you ever questioned of what was the first English novel? Adalah novel legendaris berjudul “Robinson Crusoe” besutan Daniel Defoe yang pertama kali diterbitkan tanggal 25 April 1719.

Tak tanggung-tanggung, this novel is often credited as marking the beginning of realistic fiction as a literary genre, lho! Hingga akhir abad ke-19, tak satupun karya sastra Inggris yang diedit, diterjemah, dan dicetak sebanyak karya Defoe.

Karya penulis yang kala itu berusia 60 tahun dan bernama asli Daniel Foe (ia menambahkan “De” untuk meningkatkan status sosialnya) pertama kali diterbitkan dengan judul yang super panjang “The Life and Strange Surprizing Adventures of Robinson Crusoe, Of York, Mariner: Who lived Eight and Twenty Years, all alone in an un-inhabited Island on the Coast of America, near the Mouth of the Great River of Oroonoque; Having been cast on Shore by Shipwreck, wherein all the Men perished but himself. With An Account how he was at last as strangely deliver'd by Pyrates.

Novel modern pertama yang ditulis dalam bahasa Inggris ini menceritakan kisah lelaki bernama Robin Crusoe yang terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni dekat dengan Trinidad selama bertahun-tahun. Ia pun harus berjuang hidup dengan perabotan apa adanya sebelum akhirnya ia bertemu kembali dengan manusia lain selama 24 tahun hidup terdampar.

Novel setebal 320 halaman ini mampu “menyihir” pembacanya untuk percaya sosok Robinson Crusoe adalah seorang penulis nyata yang kemudian karyanya diedit oleh sang penulis asli, Daniel Defoe. Atas kejeniusan karyanya ini, Daniel banyak mendapatkan pujian dari berbagai penulis seperti James Joyce, Virgina Woolf, dan Samuel Johnson as one of the greatest novels in English language.

Daniel Defoe yang hidup di tahun 1660 hingga 1731 ini juga sebelumnya adalah seorang jurnalis yagng juga pernah mengalami masa-masa sulit berada di penjara hingga akhirnya ia dinobatkan sebagai “the father of the English novel”.

 

Share This Article