“Meraba Indonesia” Ajak Kita Telusuri Pelosok Negeri | Breaktime
“Meraba Indonesia” Ajak Kita Telusuri Pelosok Negeri
28.04.2015
“Buku ini seperti sambal. Pedas tapi bikin ketagihan.”
-Andi F. Noya-

Kita sudah tinggal di negeri khatulistiwa ini selama bertahun-tahun lamanya. Sayangnya, rasa memiliki dan semangat nasionalisme kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia seperti masih belum jua mencapai puncaknya. Ditambah lagi, kecanggihan teknologi kini justru memudahkan “penularan” budaya asing terhadap pemuda-pemudi Indonesia.

Tetapi bertentangan dengan hal tersebut, ada dua wartawan kondang yakni Farid Gaban dan Ahmad Yunus, yang punya jiwa nasionalisme tinggi dan memutuskan untuk pergi keliling Indonesia dengan mengendarai sepeda motor! Seperti yang dituangkan dalam buku “Meraba Indonesia”, dua partner ini menyinggahi semua daerah bersejarah hingga pulau-pulau terluar yang ada di wilayah Indonesia.

Buku ini menceritakan perjalanan yang mereka sebut dengan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dalam perjalanan ini, wawancara dilakukan dan obrolan pun terjalin untuk mengenal lebih dekat serta mengetahui langsung bagaimana kehidupan penduduk Indonesia yang sebenarnya, hingga ke pelosok-pelosok negeri.

Hanya kenal saja tak cukup, kita harus “meraba” negeri Indoenesia untuk bisa mencintainya
Hanya kenal saja tak cukup, kita harus “meraba” negeri Indoenesia untuk bisa mencintainya

Tak hanya itu, Ahmad Yunus menuturkan bahwa di perjalanan ini ia sekaligus mencari jawaban tentang sejarah budaya Indonesia, yang sering sekali terlupakan karena tergerus oleh dahsyatnya hantaman budaya luar. Bahkan sejarah yang seharusnya menginspirasi bangsa, terutama para generasi muda, masih sering luput dari sorot lensa media massa maupun tangan pemerintah.

Dua pelaku jurnalisme ini menuliskan tentang perjalanan mereka dengan bahasa yang terbilang asyik, sarat dengan sentuhan sastra namun enak dibaca. Para pembaca seakan diajak mengobrol dan bercerita tentang bagaimana mereka berdua menjalin persahabatan dengan para penghuni negeri ini serta eloknya nuansa alam dan budaya di setiap daerah yang ada di luar Jawa.

Farid Gaban juga menyajikan dokumentasi perjalanan anti mainstream ini dalam 50 foto hasil jepretannya beserta film dokumenter yang digarap Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono. Dari buku ini, kita bisa tahu manis pahitnya kehidupan orang pelosok, keindahan alam Indonesia yang belum terjamah, dan betapa sederhananya kehidupan negeri ini.

Buku ini menuai pujian dari sejumlah public figure ternama seperti Andy F. Noya dan Anies Baswedan karena isinya yang “tumpah “ dengan jujur dan menggugah. Buku ini benar-benar akan membuat B’timers “meraba”, meresapi, dan lebih mencintai tanah air Indonesia.

Share This Article