“All The Light We Cannot See”, Novel Populer New York City | Breaktime
“All The Light We Cannot See”, Novel Populer New York City
23.02.2015

Satu lagi mahakarya sastra yang gaungnya terus-menerus bergema sejak awal penerbitannya hingga memasuki tahun 2015 ini. Yap, adalah novel fiksi modern berjudul “All the Light We Cannot See” yang mana sang penulis, Anthony Doerr, berhasil menyabet predikat sebagai multiple award-winning, the beautiful, stunningly ambitious instant New York Times bestseller.

Novel setebal 530 halaman ini menceritakan kisah seorang gadis cilik bernama Marie-Laure yang mengalami kebutaan ketika ia berusia enam tahun. Kemudian, sang ayah membuatkannya sebuah minitatur sempurna tentang lingkungan kompleks rumah mereka yang ada di Paris, dekat dengan Museum of Natural History, agar Marie dapat mengingat lokasi rumahnya dengan baik.

Ketika ia berusia dua belas tahun, pasukan Nazi menduduki Perancis sehingga Marie dan ayahnya memutuskan untuk terbang ke benteng Saint-Malo. Di sana, mereka mengunjungi rumah paman Marie yang tinggal seorang diri dalam sebuah bangunan rumah yang sangat tinggi dengan lokasinya yang berdekatan dengan laut.

Sementara itu, di sebuah kota pertambangan German, seorang pemuda yatim piatu bernama Werner tengah berjuang hidup bersama dengan adiknya. Pemuda German ini sangat tertarik dengan sebuah radio sederhana yang mereka temukan. Tak disangka-sangka, ketrampilan Werner makin berkembang dalam hal membuat dan memperbaiki berbagai benda-benda teknologi baru. 

Later, this special talent wins him a place at a brutal academy for Hitler Youth, sampai tugas penting untuk melacak pemberontakan. Hingga akhirnya, kecerdasan Werner berhasil menerbangkannya untuk bertugas di pusat peperangan, Saint-Malo, yang mana di sanalah kisahnya berpadu dengan Marie Laure.

Dealing with questions of survival, endurance, and moral obligations during wartime, this novel os so artful and ingenious. Karya fenomenal Anthony Doerr ini benar-benar sangat layak untuk menjadi bacaan wajib bagi Anda yang haus dengan novel penuh kedalaman makna dan pesan moral implisit.

 

Share This Article