“1984”, Novel Paling Membahana Sepanjang Sejarah | Breaktime
“1984”, Novel Paling Membahana Sepanjang Sejarah
30.04.2015
“Political language is designed to make lies sound truthful and murder respectable”
-George Orwell-

Apa yang terjadi bila setiap gerak-gerik, emosi, pemikiran, dan ucapan B’timers mendadak diawasi oleh pihak penguasa? Ada satu hal yang sedikit saja melenceng dari standar yang ditetapkan oleh penguasa, maka Anda harus mempersiapkan mental untuk diciduk, diinterogasi, dan dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Inilah sebuah karya fiksi mengagumkan yang ditulis oleh George Orwell berjudul “1984”. Dalam versi aslinya, novel ini terdiri dari 326 halaman, sedangkan untuk versi terjemahannya terdiri dari 585 halaman. Novel ini banyak sekali menggambarkan tentang suatu masa mengerikan yang mana kebebasan adalah hal paling langka untuk didapatkan.

Novel yang ditulis pada tahun 1949 ini merupakan sebuah gambaran distopia dengan setting tempat di Airstrip One (dulu dikenal dengan Britania Raya). Karya spekatakuler Orwell ini menjadi semacam “ramalan” tentang kehidupan warga Inggris yang sedang “sesak” dengan Partai Buruh yang berkuasa, plus bayang-bayang kekuasaan Nazi Jerman dan China yang sangat mencekam sebagai imbas dari Perang Dunia.

Karya Orwell yang paling menginspirasi sepanjang sejarah
Karya Orwell yang paling menginspirasi sepanjang sejarah

Melalui karyanya ini, Orwell mencoba membuat semacam “peringatan” pada masyarakat agar lebih waspada menghadapi masa depan. Kisah ini diawali dengan seorang tokoh bernama Winston Smith yang hidup di tahun 1984, ketika sebuah partai Big Brother berkuasa.

Setiap aktivitas warga diawasi dengan keberadaan teleskrin yang ada di setiap kamar dan tempat-tempat umum guna menyadap setiap ucapan dan pikiran. Tak hanya itu, untuk urusan pernikahan pun, partailah yang berhak memilihkan pasangan.

Smith sendiri bekerja di Departemen Catatan yang bertugas untuk mengubah fakta sejarah. Kebenaran diubah menjadi ketidakbenaran dan ketidakbenaran diubah menjadi kebenaran. In this case, what you know is not the real truth! Isn’t that scarry? Smith sendiri merasa tertekan dengan pekerjaannya. 

Beruntung ia bertemu dengan wanita bernama Julia yang ternyata  diam-diam juga tidak menyukai kebijakan Big Brother. Namun, bagaimana kelanjutan hubungan Smith dan Julia? Mungkinkah mereka hidup bersama di luar pantauan Partai Big Brother?

Meski tahun 1984 telah lewat, ide gagasan Orwell yang menyelipkan budaya bahasa Newspeak dan Oldspeak ini tetap relevan di masa kini mengingat konsep barcode dan chip RFID (Radio-frequecy identification) yang memungkinkan semua data pribadi Anda terlacak juga sempat ramai menjadi pembicaraan di era modern ini. Don’t need to think twice, this is absolutely high recommended book for you to have! 

Share This Article