E-book vs Buku Cetak, Mana yang Paling Menguntungkan? | Breaktime
E-book vs Buku Cetak, Mana yang Paling Menguntungkan?
05.07.2015

Dengan adanya berbagai gadget yang terhubung dengan koneksi internet, kemudahan B’timers untuk menikmati e-book semakin besar. Bahkan, sebagian orang mulai memilih beralih ke e-book dan meninggalkan buku cetak. Lalu, antara e-book  dan buku cetak, mana sih yang sebenarnya paling punya nilai lebih, utamanya pada kesehatan B’timers dilihat dari beberapa aspek?

Kualitas tidur

Sebuah tim penelitian dari Harvard Medical School membandingkan orang yang membaca buku cetak dan e-book sebelum tidur. Hasilnya, mereka yang membaca e-book butuh waktu untuk memejamkan mata lebih lama karena pancaran cahaya yang keluar dari gadget.

Profesor Charles Czeisler menurutkan bahwa cahaya  dari gadget akan terpantul langsung ke mata pembaca, sementara bila Anda membaca buku cetak hal serupa tidak terjadi. Cahaya gadget inilah yang menjadikan produksi melatonin terhambat yang bikin kurang tidur.

Kemampuan bangun pagi

Baca e-book bisa hambat bangun pagi
Baca e-book bisa hambat bangun pagi

Ya, siapa sangka jika e-book dan buku cetak bisa pengaruhi kemampuan Anda bangun pagi? Dr. Victoria Revell dari University of Surrey mengungkapkan bahwa remaja yang membaca e-book saat petang akan mengalami kemunduran jam biologis untuk istirahat karena pancaran blue light dari gadget.

Hal ini akan membuat mereka lebih terjaga malam hari dan akhirnya kesulitan bangun pagi. Namun, hal ini berbeda bila Anda membaca buku cetak yang tak memancarkan blue light dan dapat mengacaukan jam biologis tubuh.

Sistem imunitas

Percayakah B’timers bahwa keseringan baca e-book ternyata bikin tubuh lebih rentan alami penyakit serius seperti seperti kanker, penyakit jantung, obesitas, serta diabetes? Hal ini karena pancaran cahaya gadget, terlebih ketika Anda membaca e-book di malam hari, akan menghambat produksi hormon melatonin yang dibutuhkan tubuh untuk tidur nyenyak.

Masalah susah tidur nyenyak inilah yang akan mengakibatkan sistem imunitas tubuh menurun dan memicu sejumlah penyakit.

Daya ingat

Kate Garland, seorang dosen psikologi dari University of Leicester, Inggris mengungkap tentang temuan sejumlah peneliti tentang kemampuan daya ingat seseorang terhadap informasi yang ada pada e-book dan buku cetak.

Hasilnya, pembaca e-book butuh waktu lebih lama untuk mencerna sejumlah informasi karena sering kehilangan konteks. Sebaliknya, pembaca buku cetak butuh waktu lebih cepat untuk menyerap informasi bacaan secara utuh dan dapat menemukan informasi penting lebih cepat.

Meski buku cetak memang terlihat lebih ribet untuk dijadikan “sahabat” membaca, manfaat jangka panjangnya yang besar pada kesehatan B’timers pastinya akan jadi pertimbangan tersendiri, bukan?

Share This Article