Baca Dalam Keadaan Gelap Bikin Rabun Mata? | Breaktime
Baca Dalam Keadaan Gelap Bikin Rabun Mata, For Real?
20.05.2015

Membaca adalah kegiatan yang dilakukan setiap manusia di dunia ini. Waktu kita kecil, bukankah membaca jadi pelajaran pertama yang diajarkan oleh orangtua kita? Selain itu, tak sedikit anak-anak yang akhirnya memiliki hobi membaca dan menjadi “kutu buku”. Nah, mungkin B’timers termasuk salah satu dari sekian juta orang yang gemar membaca. Then, bagaimana dengan kebiasaan membaca Anda?

Bagi seseorang yang hobi membaca, ia bisa melakukannya kapanpun dan di manapun. Seakan buku tak bisa lepas dari tangannya. Dan, membaca di malam hari dalam keadaan lampu redup bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihindari.

Padahal, selama ini membaca dengan lampu temaram atau dalam keremangan diyakini tidak baik dan menjadi salah satu pemicu masalah kesehatan mata seperti rabun jauh atau rabun dekat. Is it really true?

Well, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Membaca dalam keadaan lampu redup akan menjadikan mata berakomodasi sekuat-kuatnya sehingga kepala B’timers akan lebih mudah terasa pusing, sama persis ketika Anda menonton TV terlalu dekat. Saraf mata mudah menegang dan jadi lebih cepat lelah.

Kendati demikian, gejala tersebut tidak mempengaruhi kemampuan mata dalam melihat dan mengakibatkan masalah seperti rabun jauh atau rabun dekat. Bila memang ada seseorang yang gemar membaca di tempat gelap dan akhirnya harus memakai kacamata karena myopia, bisa jadi hal ini disebabkan oleh faktor genetik.

Membaca lebih baik dilakukan di tempat terang dengan sinar matahari cukup
Membaca lebih baik dilakukan di tempat terang dengan sinar matahari cukup

Namun, meski membaca di tempat gelap tidak berhubungan langsung dengan penyakit mata, tak ada salahnya kok bila B’timers  lebih banyak membaca di luar ruangan dengan intensitas sinar matahari  yang cukup. Tak hanya baik mengandung vitamin D yang baik bagi tubuh, kondisi cahaya yang terang juga akan Anda lebih rileks dan fokus saat membaca karena otot mata tak perlu bekerja terlalu keras.

Nah, mulai sekarang tentu tak ada salahnya bila B’timers memanfaatkan waktu malam hari dengan intensitas cahaya redup sebagai momen istirahat dan waktu siang hari dengan intensitas cahaya matahari cukup sebegai a perfect time to read, kan?

Share This Article