All the Light We Cannot See Jadi Buku Bestseling Tahun Ini | Breaktime
All the Light We Cannot See Jadi Buku Bestseling Tahun Ini
28.08.2015
“Open your eyes and see what you can with them before they close forever.”

Pernahkah B’timers membaca sebuah novel dan terhanyut dalam alur ceritanya yang memukau? Baik itu novel dengan genre romantis, misteri, petualangan ataupun kisah nyata. Nah, bicara soal novel yang sangat menarik, salah satu novel yang menjadi bestselling tahun ini, All the Light We Cannot See, menyuguhkan kisah epik yang begitu menggugah.

Menceritakan kehidupan seorang anak perempuan tuna netra dengan latar belakang masa pendudukan Nazi di Paris. Marie–Laure namanya. Bagi dirinya yang tak bisa melihat, dunia seakan dipenuhi labirin. Ayahnya pun membuatkan miniatur lingkungan Paris untuk mengajarinya jalan pulang agar tak tersesat.

Ayah Marie-Laure bekerja di Museum of Natural History dan ditugaskan menjaga berlian yang tak ternilai di sana. Menjalani kehidupan yang cukup mencekam, kedua ayah dan anak tersebut harus tinggal di pengungsian ketika Nazi menyerbu Paris. Hingga suatu ketika Marie-Laure bertemu dengan seorang anak yatim piatu dari Jerman bernama Werner.

Baca Juga: “SAMUEL, SAMANTHA, AND ME”, HARU-BIRU PERJALANAN SAM BRODIE

All the Light We Cannot See sukses jadi buku bestselling
All the Light We Cannot See sukses jadi buku bestselling

Werner pun bertahan hidup dengan bekerja di tambang, hingga suatu hari sebuah radio yang rusak mengubah hidupnya, memberikannya kesempatan dan membawanya pada Hitler Youth. Ya, novel ini memang dikemas dengan imajinatif dan berliku. Itulah yang membuatnya dapat meraih penghargaan Pulitzer prize tahun ini.

Mengisahkan drama kehidupan pada masa Perang Dunia II, sang penulis Anthony Doerr menceritakannya lewat tulisan yang sangat detail dan menyentuh. Buku setebal 530 halaman ini pertama kali diterbitkan pada 6 Mei 2014. Kisah fiksinya yang begitu nyata mendapat respon luar biasa dari berbagai pihak.

Sebelumnya, penulis dengan karya-karya luar biasa ini juga meraih penghargaan atas prestasinya. Pernah mendapat anugerah sebagai Granta’s Best Young American novelist pada tahun 2007, Doerr kembali sumbangkan karya gemilang lewat All the Light We Cannot See, yang menjadi bestselling book sekaligus peraih Pulitzer prize tahun ini.

Penasaran seperti apa hebatnya kisah dalam buku All the Light We Cannot See ini? Baca novelnya. B’timers!

Share This Article