A Remarkable Novel on Women’s Best Hope: The Glass Arrow | Breaktime
A Remarkable Novel Women’s Best Hope: The Glass Arrow
13.02.2015

Di suatu masa, ada momen yang mana kedudukan pria dan wanita dipandang setara, yakni ketika  keberadaan bayi perempuan begitu dihargai dan wanita memiliki kebebasan untuk hidup sesuai dengan keinginannya. But, that was ten generation ago!

Kini wanita telah menjadi sebagai bagian dari komoditas yang siap diperjual-belikan, dimiliki, dan “dipelihara”. Harapan terbaik yang kini terlintas dalam benak setiap gadis adalah menjadi istri sah dari seorang pria bertanggungjawab. Sayangnya, impian tersebut harus kandas saat most of them are simply sold and resold till they’re all used up!

Melalui novel terbaru berjudul “The Glass Arrow” inilah Kristen Simmons menceritakan perjuangan seorang gadis usia 15 tahun bernama Aya yang harus berjuang untuk lari dari keadaan yang tragis dan mengerikan tersebut. Finally, she ekes out a nomadic but free existence in the mountains.

Ya, hanya di tempat liar dan terjauh dari kotalah, kebebasan hakiki seorang wanita dapat benar-benar diperoleh. Aya menghabiskan hampir seluruh hidupnya di gunung. Ia terus bersembunyi dari kejaran dunia luar sambil diam-diam mencari keberadaan keluarganya.

Sayangnya, beberapa kawanan pemburu menangkapnya dan menjual Aya. Ia pun akhirnya dilelang untuk dinikahi oleh siapa saja yang berminat. Aya is desperate to escape her fate, but her only friends: loyal wolf and strange mute boy are her best hope for freedom.

The Glass Arrow is a haunting, yet powerful epic of place, loss, and love. Kristen Simmons yang sebelumnya populer lantaran trilogi Article 5, benar-benar mampu menampilkan sebuah kisah drmatis perjuangan seorang wanita yang ingin mencari kemerdekaan bagi dirinya sendiri. Surely, it tells a lot you that fighting to survive take on a whole new meaning!

Share This Article