3 Buku “Cetar” di Kalangan Penikmat Modernitas | Breaktime
3 Buku “Cetar” di Kalangan Penikmat Modernitas
31.08.2015

B’timers suka “berkelana” dengan buku-buku bertema globalisme? Meski bagi beberapa orang buku dengan tema semacam ini tergolong berat, tapi sebagian orang justru bisa tertawa lepas dengan hadirnya “sentilan-sentilan” unik yang menggelitik benak pembaca. Nah, kali ini Breaktime hadir dengan jajaran buku bertema globalisme dan modernime yang asyik nan unik:

Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan

Buku yang sarat makna pada cultural studies di era global
Buku yang sarat makna pada cultural studies di era global

Ketika awal terbit tahun 1998, buku besutan Yasraf Amir Piliang ini langsung mendapat sambutan oleh para peminat cultural studies. Namun, kini buku ini kembali hadir dengan penambahan baru pada bagian Prolog dan Epilog. Secara esensial, buku ini mendeskripsikan perubahan budaya globalisasi dunia yang identik dengan hal cepat dan dramatis.

Buku setebal 572 halaman ini dengan sangat lincah menggabungkan informasi teknologi mutakhir dan telekomunikasi menjadi satu konsep “pelipatan dunia.” B’timers akan terkagum-kagum betapa era globalisasi telah sukses untuk membuat manusia “gila” karena diburu tujuan untuk mengejar efisiensi waktu alias berbagai deadline.

Tiada Ojek di Paris

Obrolan seru masyarakat urban
Obrolan seru masyarakat urban

Dari judulnya, buku karangan Seno Gumira Adjidarma (SGA) ini memang terlihat begitu jenaka. Buku setebal 210 halaman ini merupakan kumpulan esai Seno yang sebelumnya diterbitkan dalam “Affair” (2004), “Kentut Kosmopolitan” (2008), dan sejumlah media lainnya.

Tiada Ojek di Paris” karya SGA ini menyoroti tingkah pola masyarakat urban dan kota metropolitan. Mereka yang tinggal di kehidupan perkotaan serba cepat dan tak memberi ruang untuk berhenti sejenak akan tertipu oleh konsep “kemodernannya”sendiri. Hadir dengan gaya bahasa unik, buku ini akan tampil sebagai bacaan yang menggelitik pembacanya.

Identitas dan Kenikmatan

Keterkaitan antara berbagai isu dan disiplin ilmu dalam satu buku
Keterkaitan antara berbagai isu dan disiplin ilmu dalam satu buku

Buku berikutnya yang tak boleh B’timers lewatkan adalah “Identitas dan Kenikmatan” yang ditulis oleh Ariel Heryanto. Buku setebal 376 halaman ini membeberkan berbagai isu masyarakat mutakhir mulai dari islamisasi budaya kaum muda perkotaan hingga K-Pop, poltik jalanan, minoritas Tionghoa, dan representasi tragedi 1965-1966.

Tak hanya itu, secara lincah Ariel juga memperlihatkan kebertautan antar isu tersebut yang bermuara pada narasi-narasi besar seperti nasionalisme, globalisasi, dan modernitas yang selama ini diterima begitu saja.

Menurut Guru Besar Universitas Indonesia, Profesor Melani Budianta, M.A, Ph.D, kekuatan buku ini berada pada kajian lintas disiplin yang cair dan dapay mengaitkan hal-hal yang terlihat tak kelihatan seperti K-Pop dengan identitas Tionghoa dan gaya hidup islami serta representasi kekerasan 1965 dengan premanisme dan tatanan politik formal.

Bagi B’timers yang memang lebih gandrung pada bacaan-bacaan dengan tema modernitas dan globalisasi, tiga buku tersebut wajib jadi “sahabat”. Bersiaplah untuk mereguk hal baru yang selama ini sering luput dari pengamatan Anda.

Share This Article