Uniknya Budaya Islandia dalam Hidangan Ekstrem | Breaktime
Uniknya Budaya Islandia dalam Hidangan Ekstrem
15.11.2017

Siapa sih yang ragu akan keindahan panorama alam nan dramatis di Islandia? Negara kepulauan Eropa yang terletak di Samudera Atlantik Utara tersebut tersohor dengan berbagai lokasi air terjun yang menuruni tiap puncak gunung dan mengaliri lembah, hingga pesona aurora aneka warna tersebut tak hanya terkenal dengan destinasi wisata pantai berpasir hitam maupun bebatuan karang sisa erupsi lava, tapi juga aneka khazanah kuliner eksotis yang sayangnya belum banyak diketahui oleh masyarakat dunia. Seperti negara-negara lainnya di kawasan Skandinavia, masyarakat Islandia sebagian besar memanfaatkan berbagai komoditas alam sebagai olahan pangan sehari-hari, mulai dari domba ternak hingga hasil laut seperti ikan cod, herring dan char yang tersebar luas di sepanjang perairan dingin di laut Arktik.

Dengan hasil alam melimpah tersebut, dunia gastronomi Islandia menawarkan berbagai jenis makanan yang masih segar dan murni, jauh dari aneka olahan GMO (Genetically Modified Organism) maupun bahan tambahan sintetis. Makanan yang dikonsumsi masyarakat Islandia cenderung sederhana dengan adanya keterbatasan iklim serta lokasinya yang terisolasi dari dunia. Aneka kekayaan kuliner Islandia hadir dengan kesederhanaan yang elegan dan natural. Dunia kuliner Islandia mengalami kebangkitan setiap kali menyambut datangnya berbagai wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Para chef dengan bersemangat mengolah aneka seafood segar, domba yang banyak diternakkan di Islandia, hingga buah beri melimpah yang tumbuh di tiap sudut pulau. Dari tangan mereka tercipta berbagai sajian istimewa yang menyaingi aneka spot wisata kuliner di Copenhagen, Stockholm, hingga New York.

B’timers pecinta kuliner akan dimanjakan dengan berbagai restoran di ibukota Reykjavik yang menghidangkan aneka masakan tradisional dengan kreasi baru di tempat-tempat makan favorit seperti Íslenski Barinn, Matarkjallarinn, KOL Restaurant, dan Matur og Drykkur yang menjual dendeng kuda, steak domba dengan lava salt butter, hingga fish & chips nan renyah dengan saus yogurt Skyr. Skyr merupakan dairy product lokal khas Islandia yang merupakan kombinasi unik dari yogurt dan cottage cheese. Skyr biasanya disajikan bersama cream & tart berry jam serta memiliki citarasa menyerupai Greek yogurt dan creme fraiche.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Segar nan Instarammable ala Tren Minuman Berbusa
Uniknya Budaya Islandia dalam Hidangan Ekstrem | Breaktime
Skyr, yogurt tradisional ala Islandia

Secara umum, khazanah kuliner Islandia dipenuhi dengan aneka makanan yang sekilas terlihat “ekstrem” seperti daging hiu fermentasi, otak domba, dan paus Minke. Mulai dari steak hingga daging asap, aneka olahan daging paus dan kuda merupakan ciri khas unik dari kuliner Islandia yang tidak bisa Anda temukan di negara-negara lainnya. Tak lupa, nikmati berbagai makanan pendamping seperti keju sapi segar dan lava salt buatan rumahan. Bæjarins Beztu Pylsur, gerai hot dog khas Islandia yang bisa Anda temukan di Reykjavik, telah menyajikan hot dog kombinasi daging sapi, domba, dan babi dengan tambahan istimewa dari bawang bombay goreng deep fried, bawang bombay mentah, sweet brown mustard, hingga saus creamy remoulade.

Kawanan domba di Islandia normalnya diternakkan secara bebas tanpa kandang atau pagar, minum air sungai gletser, serta makan rumput dan beri. Domba Islandia secara tradisional dianggap telah diasinkan dan dibumbui secara alami lewat diet natural tersebut. KOL, salah satu restoran terbaik di Reykjavik mengkreasikan sajian sirloin domba panggang bersama dengan perpaduan blueberry polenta, pistachio crumble, serta keju Tindur yang telah diawetkan. Íslenski Barinn, sebaliknya, menyajikan lamb stew dengan resep tradisional Islandia.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Chick ‘N Roll: Surga Dunianya Para Pecinta Ayam
Uniknya Budaya Islandia dalam Hidangan Ekstrem | Breaktime
Svið, olahan kepala domba ala Islandia

Olahan domba yang tak boleh B’timers lewatkan ialah Svið, yakni sajian otentik Islandia berupa kepala domba dewasa yang dibelah dua, dikuliti, lalu direbus selagi dihilangkan bagian otaknya. Secara historis, Svið disajikan pada masa krisis pangan di Islandia ketika masyarakat merasa sayang untuk menyiakan satu saja bagian tubuh hewan ternak sebagai olahan makanan. Svið biasa disajikan bersama dengan þorramatur, yakni sajian tradisional Islandia lainnya yang dihidangkan dalam bentuk buffet pada festival Þorrablót di pertengahan musim dingin. Svið juga menjadi sumber olahan sviðasulta, yakni head cheese atau brawn dari daging Svið yang difermentasikan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Yuk, Mampir Cicipi 4 Kuliner Pontianak Enak

Selain Svið, daging hiu fermentasi merupakan salah satu kuliner otentik yang melekat dengan budaya Islandia. Meski tak lagi dikonsumsi secara luas, daging hiu fermentasi merupakan upaya unik masyarakat kuno Islandia untuk menyimpan cadangan makanan agar tetap awet selama berbulan-bulan pada saat musim dingin, yakni dengan cara dikubur, dikeringkan, lalu diasapi dan difermentasi selama hitungan mingguan. Menariknya, daging hiu fermentasi modern tak lagi direndam dalam larutan urin seperti di masa lampau, namun dengan cuka dan minuman alkohol schnapp. Sajian yang bisa Anda temukan dengan mudah di restoran Þrír Frakkar Baldursgata tersebut secara tradisional disebut juga dengan Hákarl.

Kini B’timers tak perlu khawatir melewatkan citarasa kuliner otentik Islandia saat berlibur ke Negeri Es tersebut. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE