Berburu Kopi Khas ‘Negeri Laskar Pelangi’ | Breaktime
Berburu Kopi Khas ‘Negeri Laskar Pelangi’
05.10.2015

Melakukan trip wisata ke Belitung tidak lengkap rasanya jika Anda tidak menikmati kopi khas ‘Negeri Laskar Pelangi’ yang cukup mahsyur bahkan hingga ke mancanegara. Seperti yang ditulis dalam novel Laskar Pelangi karya novelis Andrea Hirata bahwa di sana Anda akan banyak sekali menjumpai warung-warung kopi di pinggir jalan. Dituliskan Andrea, budaya Melayu yang gemar ngobrol dan bercengkerama di warung kopi rupanya bukan sekedar tulisan, tapi memang begitulah adanya.

Kopi Kong Djie 1943

Kopi Kong Djie 1943 yang cukup melegenda di Belitung
Kopi Kong Djie 1943 yang cukup melegenda di Belitung

Nah, bagi Anda yang hendak nge-trip Belitung jangan lupa untuk mencoba kopi tubruknya. Salah satu warung kopi legendaris Belitung ialah Kopi Kong Djie 1943. Begitu menginjakkan kaki di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, Anda coba saja mampir ke Kopi Kong Djie 1943karena letak warung kopi ini tak jauh dari Bandara di Tanjung Pandan tersebut.
 
Tahun 1943 yang disematkan dibelakang nama Kong Djie, tak sekedar angka semata. Angka itu menunjukkan tahun pertama warung kopi ini mulai beroperasi. Wah, terbayang  kan betapa klasiknya cita rasa kopi di warung ini.
 
Uniknya lagi adalah desain moci besar yang diletakkan diatas bara api. Moci ini berisi kopi-kopi yang membuat aromanya begitu menusuk hidung. Nah, bagi Anda yang gemar selfie jangan ketinggalan karena spot foto terbaik ada di sini. Warung ini menyediakan kopi asli, kopi susu, teh tarik, serta jeruk kunci. 

Yang cukup recommended di sini kopi susunya karena aroma dan rasanya begitu khas. Kopinya sendiri memiliki aroma cokelat yang sangat autentik. Aroma ini bukan karena kopinya dicampur dengan bubuk cokelat. Namun aroma ini adalah aroma asli biji kopi yang digunakan oleh warung kopi Kong Djie ini. Sehingga begitu dicampur dengan susu kental manis, rasa kopinya begitu nikmat. Untuk secangkir kecil kopi susu dibanderol IDR 7000, cangkir sedang IDR 10.000 sedangkan ukuran besar IDR 12.000 saja. Murah, bukan?  

Kupi Kuli Museum Kata Andrea Hirata

Dapur tempat menikmati Kupi Kuli khas Belitong
Dapur tempat menikmati Kupi Kuli khas Belitong

Selain Kopi Kong Djie 1943, Anda juga bisa menikmati kopi sekaligus mengunjungi museum untuk menambah wawasan dan pengetahuan di Museum Kata Andrea Hirata. Museum ini merupakan museum literatur pertama di Indonesia yang terletak di Jalan Laskar Pelangi 10 Gantong , Belitung.  

Sejak awal berdiri, Museum Kata menjadi salah satu destinasi wisata di Belitung, selain tentu saja pantainya. Keunikannya membuat museum ini banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara setiap minggunya.  

Begitu memasuki museum, Anda akan disambut dengan kutipan sang pendiri sekaligus pemilik Museum, yakni Andrea Hirata: “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Tepat di bawahnya, terdapat salinannya dalam bahasa Inggris (Dream for God will embrace your dreams). Di sebelah kanan kutipan, terdapat gambar Andrea Hirata selaku penuturnya.

Andrea Hirata berinteraksi dengan para pengunjunjung Museum Kata
Andrea Hirata berinteraksi dengan para pengunjunjung Museum Kata

Sesuai temanya, Indonesia’s Most Inspiring Museum, tempat ini merupakan sumber inspirasi bagi para penulis. Nah, jika beruntung, Anda bisa langsung bertemu dan bertatap muka dengan Andrea Hirata. Karena terkadang Ia hadir di museum, baik untuk mengajar bahasa Inggris maupun asyik bermain gitar bareng pengunjung. Anda bisa berinteraksi, meminta tanda tangan, foto bersama Andrea yang akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. So, masukkan tempat ini sebagai destinasi wisata selanjutnya, ya.

Setelah puas berkeliling museum, kini saat Anda menikmati secangkir Kupi Kuli yang berada tepat di ruang belakang Museum Kata. Kopi ini diseduh langsung di dapurnya dan Anda pun bisa menikmatinya di dapur. Inilah salah satu kekhasan Kupi Kuli yang dibanderol IDR 8.000 saja untuk satu cangkir kecil.

Menurut informasi, asal mula nama ‘Kupi Kuli’ ini dari para buruh/kuli tambang timah. Dahulu ketika perusahaan timah di Belitung masih jaya-jayanya, para kuli kerap minum kopi ini dikala senggang atau sedang beristirahat. Dari situlah akhirnya dalam bahasa Melayu muncul istilah ‘Kupi Kuli’.  Rasanya kopi khas Belitong ini tidak kalah seru dibanding kopi yang pernah Anda nikmati sebelumya. Jika tidak percaya, datang dan buktikan sendiri di ‘Kupi Kuli’ Museum Kata Andrea Hirata.

Kopi Kong Djie 1943

Jalan Kemuning, tepatnya di depan gereja Regina Pacis, Tanjung pandan, Belitung.
Buka: 08.00 – 22.00 WIB
Harga: IDR 7.000 – 15.000

‘Kupi Kuli’ Museum Kata Andrea Hirata

Jalan Laskar Pelangi 10 Gantong , Belitung.
Buka: 08.00 – 23.00WIB
Harga: IDR 8.000

Share This Article