Woku Komo-Komo, Sagu Legit dari Maluku | Breaktime
Woku Komo-Komo, Sagu Legit dari Maluku
06.04.2016

Well, bagi sebagian orang, sagu hanyalah makanan sampingan atau untuk camilan saja. Padahal di Indonesia bagian timur, makan tidak akan sempurna tanpa yang satu ini, B’timers. Benar, sagu di wilayah mereka merupakan makanan pokok pengganti nasi. Seperti masyarakat di Provinsi Maluku Utara. Sejak lama mereka sudah menghidangkan sagu bersama lauk pauk serta sayuran.

Sebenarnya ada dua jenis olahan dari sagu yang biasa mereka buat, lho. Mungkin beberapa dari Anda sudah ada yang pernah mencicipi talam sagu bakar. Lalu juga ada sagu woku komo-komo. Nah, yang ini terdengar lucu, ya, B’timers? Kedua olahan sagu ini dibuat dengan cara dibakar.

Woku Komo-Komo, Sagu Legit dari Maluku | Breaktime
Tidak seperti talam sagu bakar, sagu woku komo-komo dibungkus menggunakan daun woka

Dan meskipun kedua sajian ini terbuat dari tepung hasil olahan teras batang rumbia atau pohon sagu, talam sagu bakar dan sagu woku komo-komo memiliki rasa khasnya sendiri, B’timers. Sebenarnya sagu woku komo-komo lebih cocok dinikmati sebagai lauk untuk makanan utama, sih. Wah, padahal sagu, biasanya merupakan makanan utama, ya?

Inilah kelebihan si legit sagu woku komo-komo, B’timers. Awalnya, sagu direndam dalam air dingin selama kurang lebih satu jam. Sementara menunggu, bumbu lainnya seperti bawang putih, serai, dan jahe ditumis hingga harum. Tambahan yang memberikan rasa gurih adalah jeroan ikan yang dimasak sampai matang bersama bumbu tersebut dan ditambah air.

Woku Komo-Komo, Sagu Legit dari Maluku | Breaktime
Bumbu herbal inilah yang memberi rasa khas pada sagu woku komo-komo

Perpaduan santan dengan sagu menjadikan harumnya khas dan unik. Rasa gurih dari santan begitu meresap saat sagu yang dibungkus dengan daun woka dibakar hingga benar-benar matang. Sudah terbayang bukan, kelezatan dan aroma yang menyeruak dari tungku?

Nah, karena terdapat campuran jeroan ikan dengan rasa jahe dan serai pada sagu woka komo-komo itulah yang membuatnya lebih cocok sebagai lauk, B’timers. Berkat kelezatannya yang menggoda, tidak sedikit wisatawan yang datang ke Maluku tergoda untuk membawanya pulang sebagai oleh—oleh. Namun tidak ada salahnya Anda mencoba membuatnya sendiri dengan resep turun menurun dari masyarakat Maluku, kok, B’timers. Dengan begitu Anda bisa ikut bergabung di #BTindChallenge.

Mengapa harus lewat Breaktime Challenge? Karena hanya di sini Anda dapat membuktikan kemampuan Anda mengolah masakan daerah yang lezat. Ada banyak pilihan lengkap berkaitan dengan #BTindChallenge melalui Facebook Page Breaktime (https://www.facebook.com/BreaktimeInd/). Ikuti dan tunjukkan pada dunia, Andalah sang #SmartKoki! Selamat berjuang, B’timers! (NO)

Share This Article