Tradisi Makan Ronde Sesuai Umur, Apa Cuma Mitos? | Breaktime
Tradisi Makan Ronde Sesuai Umur, Apa Cuma Mitos?
11.08.2016

Sudah tahu manfaat dari minum wedang ronde untuk kesehatan, B’timers? Ya, minuman hangat dengan berbagai isiannya ini dipercaya selain dapat menghangatkan tubuh, juga mampu menurunkan kolesterol tubuh, hingga mencegah risiko serangan jantung. Tapi bagaimana dengan satu tradisi unik makan ronde sesuai umur, B’timers?

Tradisi Makan Ronde Sesuai Umur, Apa Cuma Mitos? | Breaktime
Kue beras untuk ronde dibuat warna warni

Minuman tradisional yang datang dari China

Dan ternyata, minuman hangat yang sering kita beli dari penjaja keliling ini bukan merupakan minuman tradisional murni dari Indonesia, lho. Bangsa China-lah yang membawanya ke nusantara, B’timers. Dan bersama dengan masuknya wedang ronde, masuk pula tradisi unik bangsa Tiongkok yang erat dengan wedang ronde ini. Yaitu tradisi makan ronde, B’timers. Hmm, seperti apa, ya, tradisinya?

Tradisi Makan Ronde Sesuai Umur, Apa Cuma Mitos? | Breaktime
Disajikan hangat, nikmatnya wedang ronde

Tradisi unik makan ronde sesuai umur

Mangkuk kecil yang terbuat dari keramik yang dipenuhi kue beras berisi kacang giling diberi kuah manis dengan jahe. Hmm, paling enak dinikmati ketika cuaca sedang tak bersahabat. Ternyata menu ini selalu dihidangkan setiap Festival Musim Dingin. Dan ketika berkumpul, setiap anggota keluarga akan makan ronde sesuai umur mereka, lho, B’timers.

Baca juga : TIPS BEDAKAN SEGAR ATAU TIDAK AYAM GORENG TEPUNG

Yang unik dari tradisi ini adalah, setiap orang harus memakan kue beras di dalam kuah jahe manis sesuai dengan umurnya, ditambah satu. Jadi jika seseorang berumur 20 tahun, maka dia harus menghabiskan kue beras sejumlah 21 buah, B’timers! Wow, bisa Anda bayangkan ketika nenek atau kakek mereka yang sudah berusia 90 tahun, harus menghabiskan berapa banyak kue beras, nih?

Sebenarnya perayaan setiap tanggal 21 atau 22 Desember setiap tahunnya ini memiliki arti khusus bagi bangsa Tionghoa, yaitu bukti cinta kasih seorang ibu pada anaknya, B’timers. Dan setiap membuat kue beras, pada ibu dua buah kue beras ini harus dihidangkan. Setelah itu, baru tradisi makan ronde sesuai umur dijalankan, B’timers. Unik, ya? (NO)

Share This Article