Tempoyak, Lauk Fermentasi Durian yang Mendunia | Breaktime
Tempoyak, Lauk Fermentasi Durian yang Mendunia
07.04.2016

Musim durian, nih! Hmm, bagi penggila rajanya buah, ini adalah waktu terindah, ya, B’timers? Aromanya yang manis melayang di udara, benar-benar tiada duanya. Sepanjang jalan, Anda bisa melihat banyak pedagang yang menjajakan durian. Jadi tergoda untuk berhenti dan membeli, ya? Tapi jika panen sampai berlimpah begini, durian tidak hanya dimakan begitu saja, lho.

Namanya tempoyak, B’timers. Hasil olahan dari durian yang difermentasi ini biasanya dikonsumsi oleh etnis Melayu dan Suku Dayak. Hmm, tapi untuk mereka yang tidak menyukai bau durian pasti terheran-heran. Buahnya saja sudah berbau seperti daging busuk, ketiak masam, bahkan kaus kaki bekas yang disimpan selama seminggu di lemari. Bagaimana jadinya jika masih difermentasikan lagi, ya?

Tempoyak, Lauk Fermentasi Durian yang Mendunia | Breaktime
Menu unik nan lezat, tempoyak ayam

Nah, tempoyak ini dibuat dengan cara mengambil daging durian lalu dibumbui dengan garam. Setelah itu disimpan dalam suhu kamar selama tiga atau lima hari agar terfermentasi. Hal ini pada awalnya hanya bertujuan untuk mengawetkan buah durian yang melimpah. Namun tempoyak juga berfungsi sebagai penyedap makanan alami lainnya, B’timers.

Penambahan tempoyak pada makanan lainnya dapat memberikan rasa gurih dengan aroma yang berbeda dari biasanya. Dan rasanya juga sangat amat lezat, lho! Jika datang berlibur ke Kalimantan atau Sumatera, tidak ada alasan lagi, Anda wajib mencobanya, B’timers. Atau jadikan tempoyak sebagai oleh-oleh untuk keluarga tercinta, untuk dinikmati begitu saja atau sebagai teman makan nasi di rumah.

Tempoyak, Lauk Fermentasi Durian yang Mendunia | Breaktime
Tempoyak dapat dimakan begitu saja sebagai camilan

Selain itu, seperti banyak makanan fermentasi lainnya, tempoyak juga merupakan hasil dari Bakteri Asam Laktat yang juga ditemukan pada keju, yogurt serta sauerkraut. Tapi sayangnya, tidak seperti semua probiotik yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan bakteri baik di dalam usus. Berdasarkan penelitian, hal yang berbeda terjadi pada tempoyak.

Dan rasa tempoyak ini bervariasi, B’timers. Ada yang agak manis, asam atau sangat pedas. Hal tersebut terjadi karena penambahan garam dengan jumlah yang berbeda sebelum proses fermentasi. Sedikit garam membuat tempoyak lebih asam, sementara garam yang sedikit lebih banyak, tentu membuat tempoyak lebih gurih, dan dapat bertahan selama 3 hingga 6 bulan lamanya!

Anda juga dapat mengolah buah durian yang Anda beli menjadi tempoyak, lho, B’timers. Dan coba tumis bersama sambal andalan keluarga, lalu bergabung di #BTindChallenge. Dengan cara ini Anda dapat membuktikan kemampuan mengolah masakan daerah yang lezat. Ada banyak pilihan berkaitan dengan #BTindChallenge melalui Facebook Page Breaktime (https://www.facebook.com/BreaktimeInd/). Ikuti dan tunjukkan pada dunia, Andalah sang #SmartKoki! Selamat berjuang, B’timers! (NO)

Share This Article