Susu Sapi Tak Layak Dikonsumsi, Benarkah Itu? | Breaktime
Susu Sapi Tak Layak Dikonsumsi, Benarkah?
11.08.2015

Banyak yang bilang susu sapi tidak cocok untuk manusia, mulai dari kandungan kasein yang sulit dicerna hingga bahaya radikal bebas. Namun, benarkah pernyataan tersebut? Yuk, kita kupas satu-satu.

  • Tak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu sapi

Susu sapi mudah dicerna seperti halnya makanan lain. Namun, pada penderita alergi atau hipersensitif saluran cerna, kandungan susu seperti gluten, kasein dan whey, akan menganggu dan berdampak pada fungsi saluran cerna.

  • Kasein dalam susu akan menggumpal sehingga sangat sulit dicerna

Kasein memang bagian paling kental dalam susu, tapi tidak berarti sulit dicerna. Penyerapan kandungan susu sapi akan terganggu hanya pada penderita hipersensitif dan alergi saluran cerna.

  • Komponen susu yang dijual telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas

Radikal bebas hanya akan terjadi pada penderita alergi susu sapi. Namun, pada orang sehat hal ini tidaklah terjadi. Sebab, pada penderita susu sapi, dapat terjadi pengeluaran berbagai zat mediator di dalam tubuh yang salah satunya menyebabkan radikal bebas.

  • Enzim-enzim susu akan hilang saat dipasteurisasi

Susu Sapi Tak Layak Dikonsumsi, Benarkah Itu? | Breaktime
Selain pasteurisasi, susu juga difortifikasi

Pasteurisasi dilakukan untuk membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa dan khamir. Selain pasteurisasi, juga dilakukan fortifikasi untuk menggantikan zat gizi yang hilang selama proses pengolahan. Hasilnya, susu akan terbebas dari segala mikroba dan kandungan nutrisinya pun tetap terjaga.

Kandungan lemak terokdasi dalam susu akan menganggu usus

Gangguan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus memang bisa saja terjadi, terutama bagi mereka yang sistem imunnya rendah, seperti penderita AIDS, TBC, dan malnutrisi. Namun, pada manusia sehat dampak buruk ini tidak akan terjadi.

Wanita hamil yang minum susu, anaknya mudah terjangkit dermatitis atopic

Susu Sapi Tak Layak Dikonsumsi, Benarkah Itu? | Breaktime
Mencegah radang kulit bukan dengan menghindari susu

Dermatitis atopik adalah salah satu penyakit radang kulit yang parah. Namun, untuk mencegahnya, Epsghan and Commites on Nutrition AAP menganjurkan untuk mengurangi konsumsi kacang-kacangan, bukan menghindari susu sapi.

Minum susu menyebabkan osteoporosis

Dalam literatur penelitian resmi yang diakui dunia, tidak satupun yang menunjukkan minum susu dapat menyebabkan osteoporosis. Bahkan, penelitian yang dilakukan Goulding A bersama timnya, menunjukkan bahwa anak-anak yang menghindari susu, nilai bone mineral density (kepadatan mineral tulang) meraka rendah. Dengan kondisi ini, risiko fraktur dan patah tulang sebelum usia pubertas tinggi.

Orang yang minum susu sapi saluran cernanya rusak

Pernyataan ini memang tidak salah, jika ditujukan bagi penderita alergi makanan dan intoleransi makanan, karena dapat menyebabkan berbagai gangguan saluran cerna. Namun, kasus seperti ini hanya terjadi pada mereka yang menderita alergi dan hipersensitif saluran cerna.

Setelah mengetahui informasi sebenarnya di balik bahaya susu sapi yang akhir-akhir ini banyak beredar, masihkah B’timers takut minum susu?

Share This Article