Serupa Tapi Tak Sama, Kembang Kol vs Brokoli | Breaktime
Serupa Tapi Tak Sama, Kembang Kol vs Brokoli
10.12.2015

Sama-sama berasal dari kelas kubis-kubisan, kedua sayuran ini memang mirip. Berbentuk seperti cabang pohon berbatang tebal, pembedanya hanyalah warna saja. Kembang kol berwarna putih sementara brokoli berwarna hijau. Namun keduanya memiliki kandungan yang dibutuhkan tubuh.

Meskipun tidak ada rekomendasi khusus untuk mengonsumsi dua jenis sayuran ini sebelumnya, namun Linus Pauling Institute menyarankan setidaknya setiap minggunya Anda mengonsumsi minimal 5 porsi brokoli dan bunga kol.

Manfaat kembang kol dan brokoli

Bunga kol dan brokoli ini sama-sama rendah kalori, hanya sebanyak 27-31 kalori per porsinya. Namun meskipun demikian, keduanya memiliki zat yang sangat penting untuk pembentukan sel darah merah.

Kembang kol yang lebih sering kita jumpai dalam masakan sop ini kaya akan vitamin B, mulai dari B1 sampai B9, mengandung asam lemak omega-3, vitamin K, sebagai sumber protein, fosfor dan potassium yang baik.

Tidak mau kalah dengan saudara serumpunnya, kandungan serat di dalam brokoli sangat bermanfaat untuk mendukung program diet sehat. Selain itu, brokoli juga baik untuk kesehatan mata dan syaraf,  membantu mengurangi tekanan darah.

Mengonsumsi dua jenis sayuran ini secara rutin, akan menghindarkan Anda dari resiko terkena radikal bebas, serta membantu menurunkan resiko terserang penyakit jantung dan kanker, karena keduanya mengandung zat yang dapat membantu lever menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh kita.

Serupa Tapi Tak Sama, Kembang Kol vs Brokoli | Breaktime
Mengukus sayuran merupakan salah satu cara terbaik untuk mengolahnya

Cara memasak bunga kol dan brokoli

Kebanyakan orang memasak dengan cara merebusnya. Namun Profesor Paul Thornalley dari University of Warwick mengatakan, proser perebusan bahan makanan, termasuk brokoli dan kembang kol, dapat menghilangkan zat yang terkandung di dalamnya.  Semakin lama Anda merebus, semakin banyak pula vitamin yang akan menguap termasuk kandungan antioksidan. Disebutkan, sebanyak 20-30 % akan hilang setelah direbus selama 5 menit, dan lebih dari 70 % jika Anda memasaknya selama 30 menit.

Jadi menurutnya, merebus bukanlah cara terbaik untuk mengolah sayuran. Anda juga disarankan untuk segera mengolah sayuran paling lambat 2 hari sejak membelinya. Kukuslah brokoli atau kembang kol dengan ditambahkan sedikit lada dan garam, selama tidak lebih dari 3 menit.

Atau jika ingin mendapatkan manfaatnya secara maksimal, Anda dapat menyajikannya tanpa terlebih dahulu melalui proses pemasakan. Namun pastikan, sebelum mengonsumsinya Anda telah mencucinya dengan bersih.

Nah, B’timers, semoga mulai saat ini kita lebih memperhatikan cara pengolahan menu makan, ya, agar tetap mendapatkan khasiat penuh dari sayuran. Anda tentu tidak ingin memakan sayuran tanpa kandungan apapun di dalamnya, kan? (no)

Share This Article