Seperti Apa Ciri-Ciri Roti yang Baik dan Sehat? | Breaktime
Seperti Apa Ciri-Ciri Roti yang Baik dan Sehat?
10.01.2016

Apakah rumah B’timers termasuk yang mewajibkan ada roti di setiap sarapan? Atau Anda hanya membeli roti sesekali saja ketika sedang malas menyiapkan makan pagi keluarga? Ya, apapun alasannya kita sudah tidak asing lagi dengan makanan tersebut. Tapi, pernahkah Anda berpikir, sejak kapan sebenarnya manusia mulai makan roti?

Hampir selama 3.000 tahun roti sudah menjadi makanan utama di banyak negara. Dan sekarang, bukan hanya sebagai makanan selingan saja, roti sudah menjadi menu dalam diet harian kita sejak abad ke-20. Menurut sejarah, dulu kebanyakan orang memanggang roti sendiri di rumah atau membelinya dari toko kue. Saat itu bentuknya masih sangat besar dan keras, karena pengolahan dan bahan dasarnya masih belum seperti sekarang.

Thank, Otto Rohwedder

Pada 1905, Otto Rohwedder, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai pegawai magang di toko perhiasan ini mencoba menciptakan penemuan baru. Karena pada waktu itu, bakery selalu menjual roti dalam keadaan utuh untuk mempertahankan kesegarannya, Otto menemukan bahwa pekerjaan memotong roti bagi ibu rumah tangga termasuk hal yang berat, terlalu memakan banyak waktu, dan terkadang bisa cukup membahayakan, sebab roti yang sangat keras membutuhkan pisau yang benar-benar tajam. 

Melihat hal tersebut, pria kelahiran 1880 itu merenungkan, bagaimana jika ada alat yang dapat membantu para pedagang roti untuk memotong roti-roti tersebut.

Seperti Apa Ciri-Ciri Roti yang Baik dan Sehat? | Breaktime
Kini kita tidak perlu repot memotong roti sendiri

Apakah roti yang Anda pilih benar-benar sehat?

Setiap kali Anda memakan roti, entah itu bagel, muffin, atau olahan dari roti seperti sandwich, Anda memiliki kesempatan untuk meningkatkankan program diet. Tapi, ternyata Anda harus tetap memperhatikan beberapa komposisi dari makanan tersebut, terutama jika Anda sedang melakukan program diet, B’timers.

  • Cek bahan utama yang ada di label

Jika ada “wheat flour” atau “enriched bleached flour”, mungkin roti tersebut menggunakan tepung terigu, bukan tepung gandum.

  • 100 % natural

Nama yang tampaknya super sehat, ternyata tidak selalu berarti menandakan roti tersebut benar-benar sehat, lho, B’timers.

  • Gandum hitam merupakan pilihan untuk mereka yang mencari high-fiber

Kebanyakan roti yang dianggap kaya akan serat , ternyata hanya menggunakan sedikit tepung gandum di dalam bahan pembuatannya.

Tapi, B’timers, jangan takut untuk mengonsumsi roti meskipun sedang diet, karena jika Anda memperhatikan takarannya dengan tepat, hal itu tidak masalah, kok. Intinya selalu cek tanggal kadaluarsa dan simpan dengan baik. (NO)

Share This Article