Sejarah Singkat Makanan Kaleng, Seperti Apa, Ya?
Sejarah Singkat Makanan Kaleng, Seperti Apa, Ya?
19.01.2016

Saat ini, bukanlah hal yang sukar untuk menemukan makanan kaleng. Mulai dari daging ayam, ikan dan sapi, sayuran seperti jagung dan kacang polong, serta buah-buahan seperti rambutan dan leci, telah banyak dijual dalam kemasan kaleng.

Makanan kaleng sendiri sebenarnya merupakan salah satu metode untuk membuat makanan lebih tahan lama. Selain pengalengan kita juga mengenal metode pengawetan lainnya seperti pengasapan, pengeringan, serta acar. Tapi, bagaimana ya metode makanan kaleng muncul? Berikut ulasannya.

Berawal dari perang

Pada 1795, Perancis terlibat dalam pertempuran dengan Italia, Belanda, Jerman dan Karibia. Kala itu, kebutuhan makanan yang stabil untuk tentara dan pelaut sangatlah dibutuhkan. Pemerintah menyoroti kebutuhan makanan segar yang dapat bertahan lama sebagai persiapan perang.

Kebutuhan tersebut, kemudian mendorong pemerintah untuk membuat sebuah sayembara dalam industri makanan untuk terobosan pengawetan makanan.

Metode makanan kaleng, berawal dari penyimpanan makanan dalam botol sampanye
Metode makanan kaleng, berawal dari penyimpanan makanan dalam botol sampanye

Ditemukan 14 tahun kemudian

14 tahun setelah sayembara tersebut, ketika Napoleon menjabat, Nicolas Appert akhirnya memenangkan sayembara pengawetan makanan tersebut. Ia yang sebelumnya bekerja sebagai koki bangsawan Perancis, belajar untuk mengawetkan makanan.

Appert dengan inovasinya, menyajikan makanan yang dikemas dalam wadah kedap udara berupa botol sampanye dengan campuran keju dan kapur sebagai pengawet. Temuannya ini kemudian menghapus cara pengawetan makanan yang dilakukan dengan panas dan tanpa udara.

Dari botol sampanye ke wadah kaca

Setelah memenangkan hadiah tersebut, Appert terus mengembangkan temuannya. Dia mengganti botol sampanye dengan wadah kaca berleher lebar dan mengawetkan sayur, buah, daging, dan ikan pada tahun 1803.

Pada 1804, pabriknya mulai bereksperimen menggunakan kaleng yang disolder menutup. Metode baru ini diamatinya selama berbulan-bulan untuk mengetahui tanda-tanda pembusukan. Makanan yang tidak mengalami pembengkakan dianggap aman dan dijual untuk penyimpanan jangka panjang.

Sebelum menggunakan kaleng, botol kaca terlebih dahulu digunakan
Sebelum menggunakan kaleng, botol kaca terlebih dahulu digunakan

Makanan kaleng pertama

Saat ini, makanan kaleng memiliki wadah yang cukup tipis dan mudah dibuka. Dulunya, kaleng dibuat menggunakan baja berlapis timah atau besi cor dengan tutup berat. Untuk membukanya pun harus menggunakan teknik pahat ataupun menusuk menggunakan bayonet tentara.

Jika dulu untuk memproduksi makanan kaleng sangatlah rumit dan tidak mudah. Sejak 1904, pembuatan makanan kaleng semakin mudah dengan proses jahitan double yang dipatenkan oleh Max Ams Machine Company di New York. Saat ini, mesin milik Max Ams Company mampu digunakan untuk menutup lebih dari 2.000 kemasan kaleng per menit. Inovasi yang menakjubkan, bukan? (dfr)

Share This Article