Salah Kaprah, Bahaya Konsumsi Telur Mentah | Breaktime
Salah Kaprah, Bahaya Konsumsi Telur Mentah
31.07.2017

B’timers, siapa sih yang tak suka mengkonsumsi telur? Sebagai salah satu sumber asupan protein dan berbagai nutrisi penting lainnya, telur dapat ditemukan sebagai bahan berbagai jenis makanan bahkan minuman. Telur matang maupun mentah merupakan salah satu bahan pangan paling sehat di dunia yang digemari oleh hampir setiap orang.

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tak asing untuk mengkonsumsi telur mentah, salah satunya dalam minuman STMJ (Susu Telur Madu Jahe). Belum lagi dengan metode diet raw foods yang tengah popular baru-baru ini. Akan tetapi, sejak kecil Anda mungkin telah dijejali dengan ketakutan untuk mengkonsumsi telur mentah yang dianggap berbahaya karena kandungan bakteri Salmonella di dalam telur yang belum dimasak. Tapi benarkah demikian? Berikut ini fakta kesehatan tak terduga mengenai bahaya mengkonsumsi telur mentah.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Unik, 10 Makanan Indonesia Punya Kepanjangan!

Pertama, perlu foodies ketahui bahwa telur mentah maupun yang sudah diolah sama-sama merupakan sumber asupan berbagai nutrisi penting bagi tubuh manusia. Dalam satu butir telur mentah, terdapat kandungan gizi yang sangat lengkap, mulai dari kalori, protein, lemak, mineral, asam folat, kolin, hingga vitamin A, B2, B5, dan vitamin B12. Telur mentah juga kaya akan lutein dan zeaxanthin, yakni antioksidan penting yang bermanfaat bagi kesehatan mata Anda serta dapat mencegah timbulnya penyakit mata karena pertambahan usia.

Terdapat berbagai penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa meski memiliki manfaat kesehatan luar biasa, mengonsumsi telur mentah secara langsung sebenarnya sia-sia belaka karena kandungan proteinnya yang susah dicerna. Bagi sebagian besar orang, terutama yang memiliki pencernaan sensitif, hanya 50% kandungan protein dalam telur mentah yang dapat diserap tubuh, berbeda dengan 90% kandungan protein yang mampu diserap dari telur matang. Tapi, tahukah Anda bahwa proses pengolahan telur hingga matang rupanya berpengaruh besar dalam mengurangi kandungan nutrisi di dalamnya? Selain itu, penelitian mengenai perbandingan penyerapan protein dari telur mentah dan telur matang tersebut menunjukkan hasil yang relatif berbeda pada berbagai individu.

Salah Kaprah, Bahaya Konsumsi Telur Mentah | Breaktime
Telur mentah tak semuanya sehat B'timers
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Lagi-Lagi Jepang Punya Inovasi Makanan Absurd!

Salah satu alasan utama mengapa para pakar gizi dan kuliner menyarankan untuk menghindari konsumsi telur mentah ialah karena adanya kemungkinan kontaminasi bakteri Salmonella. Apabila dikonsumsi langsung, bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala kram perut, diare, mual, demam, dan sakit kepala dalam kurun waktu 6 hingga 48 jam setelah konsumsi dan bertahan hingga 3-7 hari. Tapi jangan khawatir, B’timers, hal yang seringkali dilewatkan dalam berbagai peringatan mengenai bahaya Salmonella dalam telur mentah ialah fakta statistik di baliknya. Tahukah Anda bahwa hanya 1 dari 30.000 telur yang diproduksi yang terkontaminasi bakteri Salmonella?

Pada sebagian besar kasus, bakteri tersebut juga hanya ditemukan pada cangkang kulit telur. Artinya, telur mentah sekalipun tetap aman dikonsumsi apabila kualitas kebersihan cangkang telur menjadi fokus perhatian utama. Tahap pemrosesan telur yang penting untuk tidak dilewatkan ialah pasteurisasi telur. Dengan melakukan proses tersebut, Anda dapat meminimalisir peluang infeksi bakteri Salmonella pada telur, meski peluang terjadinya kontaminasi sangatlah minim. Sebelum mengkonsumsi telur, mentah atau matang sekalipun, pastikan bahwa Anda membeli telur yang sudah mengalami proses pasteurisasi.

Selain memilih pasteurized eggs, Anda juga sebaiknya membeli telur dalam kemasan berpendingin di supermarket. Pilihlah telur dengan cangkang yang bersih dan utuh alias tidak retak, serta belum mendekati expiration date. Di rumah, simpanlah kembali telur yang telah Anda beli tersebut dalam lemari es agar kualitasnya tetap terjaga. Menyimpan telur dalam suhu ruangan akan mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya pada telur. Uniknya, memecahkan telur pada permukaan yang datar, alih-alih pada tepi mangkok atau meja, dapat meminimalisir peluang tersebarnya kontaminasi bakteri.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kurang Dari Semenit Kupas Telur Rebus, Kok Bisa?

Selanjutnya, ketahui siapa saja yang dapat dengan bebas mengkonsumsi telur mentah. Terdapat beberapa orang yang sebaiknya menghindari konsumsi telur mentah. Lemahnya sistem pencernaan pada sebagian orang, seperti ibu hamil, bayi dan anak-anak, orang-orang lanjut usia, serta individu tertentu yang memiliki gangguan sistem imunitas (misalnya, orang dengan penyakit diabetes, tumor, maupun HIV/AIDS) merupakan alasan utama mengapa mereka disarankan mengkonsumsi telur yang telah matang dan dimasak dengan sempurna.

Overall, dari berbagai penjelasan di atas, terbukti bahwa mengkonsumsi telur mentah sama sekali tidak merugikan apalagi berbahaya bagi kualitas kesehatan Anda. Selain telur mentah, selalu terdapat kemungkinan bahwa makanan yang Anda konsumsi tidaklah 100% aman dan bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya. Artinya, tidak ada salahnya untuk sesekali menjadikan telur mentah sebagai alternatif kuliner Anda. Tentu saja, B’timers harus tetap berhati-hati dalam memilih telur mentah yang aman dan layak dikonsumsi, ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE