Roti Berbiang Air Kencing Pernah Ada, Lho! | Breaktime
Roti Berbiang Air Kencing Pernah Jadi Santapan Manusia, Lho!
15.06.2015

Bengis, sadis, keji, berdarah-darah, image seperti ini memang kerap melekat pada zaman-zaman peperangan. Tak hanya itu, suasana kelaparan pun kerap  bikin para tahanan perang menjadi kalap dan nekat untuk memakan apa saja yang tak masuk akal, bahkan roti berbahan air kencing sekalipun.

Siapa yang tidak jijik dengan roti berbahan urin? Sekadar membayangkannya saja mungkin B’timers akan muntah. Namun, roti ini sungguhan ada, lho. Paling tidak, makanan ini pernah ada di masa penjajahan Jepang, lho.

Pengalaman mengonsumsi roti berbiang air kencing tawanan ini pernah dialami oleh Nio Joe Lan, seorang jurnalis Tionghoa yang aktif pada majalah Penghiboer, Keng Po, dan harian Sin Po. Kejadian tersebut bermula kala riwayat kolonialisme Hindia Belanda baru saja tamat.

Semua warga Belanda, keturunannya, dan warga Tionghoa seperti para opsir, pemuka warga pecinan, dan jurnalis yang sekalipun tak pernah terbukti melakukan perlawanan anti-Jepang dikumpulkan dalam sebuah kamp tawanan di Cimahi.

Roti Berbiang Air Kencing Pernah Ada, Lho! | Breaktime
Tebak, apakah ini termasuk roti berbiang air kencing?

Setidaknya, ada 10.000 orang tahanan dan lima persennya adalah etnis Tionghoa. Awalnya, para tahanan tersebut serba kecukupan soal makanan. Namun, ketika Jepang mulai terdesak, makanan menjadi persoalan serius.

Pembagian roti dalam kamp mulai jarang. Untungnya, pihak Jepang membolehkan tahanan membuat roti sendiri karena di tangsi militer Cimahi pernah ada pabrik roti. Maka, kaleng-kaleng cetakan roti yang terlanjur menjadi gayung WC atau gayng kamar mandi mulai difungsikan ulang.

Percobaan roti pertama bisa dibilang berhasil lho, B’timers! Meski teksturnya sangat keras menyerupai batu bata. Ini karena ketiadaan biang atau ragi dari Jepang. Untuk menyiasatinya, para tahanan pun menggantinya dengan air kencing!

Caranya, air kencing para tawanan ditampung dalam beberapa drum, kemudian diolah menjadi biang roti. Tak heran bila cara bertahan hidup yang unik ini banyak diabadikan dalam coretan lukisan karya orang-orang Belanda yang menjadi tawanan di Cimahi.

Syukurnya, masa “gelap” tersebut sudah berakhir yang mana sekarang toko-toko bakery yang menjual roti lezat berbagai rasa dan bahan dasar menyehatkan bebas di pilih di mana saja!

Share This Article