Rayakan Kemerdekaan dengan Kuliner Khas Pejuang | Breaktime
Rayakan Kemerdekaan dengan Kuliner Khas Pejuang
17.08.2017

Pada perayaan Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia kali ini, sudahkah B’timers meneladani jasa para pahlawan dalam membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan? Salah satu aspek penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan ialah logistik. Jangan bayangkan kuliner tradisional khas Nusantara yang eksotik dan kaya rempah. Makanan para pejuang kala itu tentunya jauh dari kesan mewah. Jangankan lezat, ada ransum makanan harian saja sudah cukup memenuhi kebutuhan para tentara pribumi untuk tetap berjuang melawan penjajah. Meski sederhana, ransum makanan para tentara tersebut dipastikan tetap bergizi dan kaya energi. Apa saja sih makanan khas perjuangan kemerdekaan Indonesia?

1. Sambel Korek dan Nasi Jagung

Selain jadi andalan para pejuang, nasi jagung dan sambal korek juga menjadi makanan sehari-hari rakyat Indonesia kala itu. Sulitnya keadaan di masa perang dan himpitan penjajahan membuat masyarakat hidup ala kadarnya, termasuk dalam hal makanan. Agar tetap dapat bertahan hidup, rakyat pun mengganti konsumsi pokok nasi dari padi menjadi nasi jagung. Hanya berbahan dasar jagung dan air, nasi jagung ditambah sambal korek mampu mengenyangkan sekaligus mempertahankan hidup rakyat pribumi. Meski sederhana, nasi jagung dan sambal korek merupakan menu favorit presiden pertama sekaligus bapak proklamasi Indonesia, Ir. Soekarno.

2. Nasi Oyek

Selain nasi jagung, makanan andalan para gerilyawan kemerdekaan Indonesia ialah nasi oyek. terbuat dari singkong, nasi oyek merupakan penyelamat Panglima Besar Jenderal Sudirman saat bergerilya mengusir pasukan Belanda pada masa Agresi Militer Belanda II di tahun 1948. Ketika tengah terdesak di hutan Kediri, Jenderal Sudirman dan pasukannya kehabisan bahan pangan. Dalam kondisi gawat itulah, Soepardjo Rustam yang bertugas mencari ransum makanan pun berhasil menembus barikade pasukan Belanda yang juga dibonceng tentara NICA. Setelah masuk ke sebuah desa dan meminta bantuan logistic, Rustam pun pulang ke pasukannya dengan membawa nasi oyek. Berkat nasi oyek inilah pasukan Jenderal Sudirman mampu bertahan di tengah pertempuran gerilya dan mengusir tentara penjajah.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
3 Tips Jitu Sajian Lobster Siap Santap

3. Gatot

Sama-sama berbahan baku singkong, gatot merupakan kuliner khas Gunung Kidul yang mencerminkan kondisi perjuangan rakyat merebut kemerdekaan Indonesia. Gatot alias gagal total merupakan makanan andalan ketika para petani mengalami gagal panen. Di tengah sulitnya situasi perang, gatot sudah lebih dari cukup untuk mengiri perut para pejuang dalam melawan penjajah karena sifat makanan ini yang awet dan tidak gampang busuk. Selain terbuat dari singkong, gatot juga disajikan dengan parutan kelapa dan diberi gula atau garam

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Mie Aceh, Menu Makanan Indonesia Kaya Rempah

4. Ubi dan Singkong

Kedua jenis umbi-umbian ini rupanya cukup populer saat perang kemerdekaan tempo dulu. Karena susahnya produksi padi untuk nasi, masyarakat Indonesia pun mengkonsumsi ubi dan singkong sebagai asupan karbohidrat bagi tubuh. Demikian pula dengan para tentara pejuang yang senantiasa membawa ransum berupa ubi dan singkong untuk perbekalan perang. Tak hanya mudah ditemukan dan dibawa, ubi dan singkong dapat direbus atau digoreng dalam waktu singkat sehingga praktis dinikmati untuk mengganjal perut saat tengah menghindari kejaran tentara Belanda.

5. Telur Asin

Rayakan Kemerdekaan dengan Kuliner Khas Pejuang | Breaktime
Telur Asin

Rupanya telur asin pernah menjadi andalan dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Makanan yang diolah dari telur bebek ini memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti selenium dan zat besi yang mampu menambah kekebalan tubuh. Selain bermanfaat menjaga ketahanan tubuh para pejuang dan mencegah mereka terjangkit penyakit, telur asin juga terkenal praktis dan awet lho!

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Serunya Berkemah Dengan Bekal Baymax S’Mores

6. Lam Prang

Dari ujung barat laut Indonesia, para tentara kemerdekaan di Aceh mempunyai makanan khas bernama lam prang. Sekilas nampak seperti lontong, lam prang merupakan kuliner yang diolah dari ubi rebus, pisang rebus, serta sagu kukus. Makanan yang mengandung 70-85 persen karbohidrat ini menjadi andalan para pejuang tanah rencong dalam menyambut ajakan Jenderal Sudirman untuk bergerilya mengusir tentara Belanda dari Republik.

Apakah B’timers pernah menjumpai atau bahkan mencicipi berbagai hidangan khas perang kemerdekaan tersebut? Semoga ketika menyantapnya, Anda terbayang dengan jerih payah para pejuang dan tak lupa mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE