Ragu dengan Daging Kurban Kalengan? Intip Dulu Manfaatnya!
Ragu dengan Daging Kurban Kalengan? Intip Dulu Manfaatnya!
18.09.2015

Kian hari kian banyak umat Muslim yang tergerak untuk berkurban. Wajarnya, daging kurban diberikan ke tetangga atau orang terdekat yang kurang mampu. Namun, tak jarang daging kurban membludak di beberapa tempat dengan penduduk padat, misalnya saja Pulau Jawa.

Kondisi ini memunculkan ide untuk mengemas daging kurban di dalam kaleng sehingga bisa dikirimkan ke luar pulau dan bertahan dalam waktu yang lama. Dan ternyata, banyak juga sisi positif yang bisa kita peroleh dari daging kurban kalengan ini:

Praktis

Dengan wadah kaleng, daging kurban menjadi lebih praktis dan mudah untuk didistribusikan ke daerah lain yang membutuhkan.

Kesehatan terjamin

Jika biasanya daging kurban banyak ditemukan cacing pita dan diragukan higienisitasnya, daging kurban kornet lebih terjamin kualitasnya karena berada di bawah pengawasan dokter hewan dan diolah dengan cara terbaik.

Takaran pas

Karena dikemas dalam kaleng, daging kurban harus benar-benar ditakar secara pas. Hal ini menguntungkan karena jatah bagi setiap penerima lebih jelas.

Tahan lama

Dibawah standar halal MUI dan pengawasan BPOM daging kurban diolah dan dikemas menjadi kornet kaleng. Dengan prosedur yang terjamin, daging kurban bisa tahan hingga tiga tahun.

Praktis dan mudah didistribusikan
Praktis dan mudah didistribusikan

Distribusi luas

Jika biasanya daging kurban hanya sampai ke tetangga dan orang-orang terdekat saja  Dengan program daging kurban kornet, Anda bisa membantu orang-orang di pelosok negeri karena distribusinya yang luas dan mencakup seluruh Indonesia.

Membantu korban bencana

Daging kurban yang berbentuk kornet, dengan kemasan yang praktis dan tahan lama, bisa didistribusikan kapanpun saat ada bencana terjadi. Selain itu, daging kornet juga lebih mudah dikonsumsi ataupun dimasak lagi.

Sangat banyak bukan manfaat dari daging qurban yang dikemas menjadi kornet kaleng? Jadi, jangan ragu untuk berkurban dengan cara tersebut ya, B’timers!

Share This Article