Makanan Ternyata Bisa Tunjukkan Jati Diri Anda | Breaktime
Pilihan Makanan Ternyata Bisa Tunjukkan Jati Diri Anda
15.11.2015

Tak banyak orang yang sadar mengapa ia bisa menyukai makanan tertentu dan mengernyitkan dahi pada makanan lain. Menurut Robert A. Leonard Ph.D, seorang profesor Lingusitik di Hofstra, apa yang kita makanan memang mencerminkan dari komunitas mana kita berasal.

Dalam sebuah artikel menariknya, ia menuturkan bahwa makanan merupakan identitas penting seseorang. Jenis makanan yang dikonsumsi dan cara B’timers memakannya akan menunjukkan suku dan informasi kecil lainnya tentang diri Anda.

Sebagai contoh, seseorang yang bertetangga dengan kebanyak orang Yahudi dan dibesarkan dalam keluarga Katolik Irlandia, akan menjumpai dua jenis makanan berbeda. Umumnya, mereka akan sangat akrab dengan menu khas Yahudi seperti brisket, knishes, atau gelfilte fish.

Brisket

Makanan Ternyata Bisa Tunjukkan Jati Diri Anda | Breaktime
Lezatnya brisket dengan bumbu dan saus olesnya yang lezat

Di Indonesia sendiri, brisket merupakan menu olahan sandung lemur. Bagian ini memang cenderung berlemak dan biasanya disajikan dengan cara dipanggang. Olesan kering yang digunakan biasanya terbuat dari gula merah, paprika, lada merah, lada hitam yang kemudian dipadu dengan bumbu pengasam dan saus oles.

Knishes

Makanan Ternyata Bisa Tunjukkan Jati Diri Anda | Breaktime
Praktis, sehat, dan mengenyangkan

Snack khas Eropa Timur ini merupakan filling yang ditutup dengan adonan yang dipanggang, dibakar, atau digoreng kering.  Bagian filling-nya terbuat dari kentang tumbuk, bawang bombai, keju, ground meat yang kemudian dipadu dengan brokoli, bayam, dan kacang hitam.

Gelfilte fish

Makanan Ternyata Bisa Tunjukkan Jati Diri Anda | Breaktime
Hidangan pembuka yang terbuat dari paduan berbagai ikan

Menu satu ini biasanya terbuat dari paduan ikan bandeng, gurami, dan berbagai jenis ikan lainnya. Biasanya, gelfite fish khas Yahudi Ashkenazi, kaum Yahudi Eropa Timur, ini dijadikan sebagai hidangan pembuka.

Meski begitu, bukan berarti orang Katolik Irlandia akan menyukai menu-menu tersebut. Sama halnya dengan lidah orang Indonesia yang mungkin akan kurang cocok dengan masakan negara tertentu yang dikonsumsi masyarakat setempat.

Semua ini terjadi karena faktor kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu dalam waktu yang lama dan akan merasa aneh bila menemui makanan yang diolah dengan cara berbeda. Dalam artikel tersebut Leonard dan Saliba membahas tiga jenis makanan pada berbagai budaya:

Makanan wajib

Ini merupakan jenis makan pokok yang tak bisa ditinggalkan. Sebagai contoh, masyarakat Amerika akan mencari sepotong daging sebagai menu konsumsinya dan orang Itali menginginkan pasta dan roti.

Makanan simbolis

Terkadang, makanan tertentu dipandang sebagai simbol kuliner suatu negara. Sebagai contoh, orang luar Tiongkok akan melihat menu chop suey dan fortune cookies sebagai simbol makanan China. Padahal, makanan tersebut sebenarnya jarang dikonsumsi oleh masyarakat China sendiri.

Makanan penduduk lokal

Bila Anda ingin membaur dengan penduduk lokal, pastikan lidah untuk mencicipi menu setempat. Sebagai contoh, Kimchi yang merupakan acar sayuran dengan bumbu pedas jadi menu pertama yang wajib dicoba saat ke Korea.

Nah, menu asing apakah yang akan B’timers coba konsumsi hari ini? (vsc)

Share This Article