Paella, Makanan Spanyol Citarasa Arab-Romawi | Breaktime
Paella, Makanan Spanyol Citarasa Arab-Romawi
18.10.2017

Berkunjung ke tempat baru tentu belumlah sempurna tanpa mencicipi hidangan asli setempat. B’timers yang berkunjung ke Spanyol sebaiknya tak lupa mencicipi eksotisme paella. Makanan yang telah dikembangkan sejak abad ke-19 ini dianggap sebagian besar pelancong sebagai makanan nasional Spanyol. Nyatanya, mayoritas warga Spanyol menganggap paella sebagai sajian lokal yang berasal dari kota Valencia di tepi timur Spanyol.

Paella merupakan makanan Spanyol yang mengkombinasikan nasi dan aneka jenis sayur dan daging serta citarasa rempah khusus. Berbagai variasi masakan paella di antaranya ialah vegetarian paella, seafood paella, hingga campuran keduanya. Selain menggunakan beras dan aneka bumbu khusus, paella pada umumnya terkenal menggunakan berbagai jenis daging seperti ayam, kelinci, siput, maupun berbagai olahan laut. Di Spanyol sendiri, terdapat 3 restoran dengan rating cukup tinggi yang membanggakan sajian paella mereka, yakni La Paralla di kota Granada serta La Riua dan Arroceria La Valenciana di kota Valencia. 

Sejarah penciptaan masakan paella berasal dari akulturasi Romawi dan Arab yang pernah menguasai wilayah Spanyol. Bangsa Romawi kuno memberikan sumbangsih berupa penggunaan wajan sebagai alat masak paella, sedangkan bangsa Arab berjasa mengenalkan beras kepada masyarakat Spanyol. Nama paella berasal dari kata dalam bahasa Latin, yang zaman dahulu menjadi bahasa nasional peradaban Romawi kuno, yakni patella yang berarti wajan. Paella sendiri hanya dimasak dengan menggunakan wajan khusus dengan bagian dasar yang cenderung datar dan memiliki banyak tonjolan. Secara tradisonal, paella akan dimasak dengan cara open fire dengan menggunakan kayu bakar ala Mediterania yang terbakar dengan perlahan namun mengandung keasaman tinggi sehingga menghasilkan panas maksimum.

Paella, Makanan Spanyol Citarasa Arab-Romawi | Breaktime
Paella harus dimasak khusus dalam wajan pipih lebar bernama patella

Mulai dari diameter sekian inchi hingga beberapa meter, bagian dasar yang datar serta kedalaman wajan yang hanya setinggi ibu jari berfungsi untuk memberikan kontak maksimal nasi terhadap api saat memasak. Sedangkan tonjolan di permukaan wajan konon berfungsi untuk menyimpan air sehingga masakan menjadi lebih matang. Salah satu alasan yang terdengar konyol ialah bahwa tonjolan tersebut berfungsi sebagai bentuk nostalgia ketika wajan patella di zaman dahulu ditempa langsung menggunakan tangan. Alasan lain yang tak kalah tak masuk akal ialah bahwa tonjolan tersebut dapat mencegah nasi lengket dan gosong di dasar wajan. Nyatanya, kerak nasi yang mengering di dasar wajan atau yang disebut juga dengan socarrat merupakan salah satu daya tarik eksotisme hidangan paella.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Aneka Bumbu Unik untuk Citarasa Masakan nan Beda

Selain alat masak yang unik, paella juga menggunakan beras khusus dengan bentuk bulat dan ukuran sedang. Beras yang digunakan untuk memasak makanan Spanyol yang satu ini berbeda dengan beras yang digunakan untuk memasak risotto yang cenderung pecah-pecah dan mempu menghasilkan tekstur creamy. Beras paella, sebaliknya, mudah menyerap kaldu dan bumbu yang digunakan memasak namun dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya. Jenis beras paella yang paling populer digunakan ialah beras bomba. Jenis daging dan sayuran yang dikombinasikan dalam paella berbeda-beda berdasarkan daerah di Spanyol. Selain daging kelinci, ayam, dan siput, paella juga seringkali menggunakan Spanish smoked sausage yang bernama chorizo. Untuk seafood yang sering digunakan dalam paella biasanya ialah udang, remis, tiram, lobster, hingga kepiting.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dessert Apel Ini Dibuat Hanya Dengan 6 Bahan!

Berbagai jenis sayuran yang biasa dimasukkan ke dalam paella ialah paprika merah dan artichoke. Orang Spanyol juga biasa menggunakan buncis atau kacang polong mentah sebagai garnish. Bawang putih dan bawang bombay merupakan jenis rempah yang wajib digunakan dalam memasak paella. Salah satu rempah yang paling sering ditemukan dalam hidangan paella ialah saffron yang berfungsi memberikan warna kuning keemasan alami sekaligus memberikan citarasa rempah dan aroma khas. Penggunaan saffron mnejadikan paella sebagai makanan yang tergolong mewah karena harga bunga saffron yang mencapai 130 juta Rupiah per kilogram. Bumbu dan rempah lain yang juga digunakan dalam memasak makanan Spanyol ini ialah tomat dan kunyit.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cara Ajaib Memasak Pasta dengan Pasta Hacks

Secara tradisional, paella sering dimasak sebagai hidangan khusus saat acara makan keluarga. Penyajiannya juga terbilang tak biasa karena diletakkan bersama wajannya langsung di tengah meja makan. Para anggota keluarga juga diharapkan memakan paella langsung dari wajan tanpa meletakkannya ke piring terlebih dahulu, yang dimulai dari bagian tepi wajan dan perlahan menyendok ke bagian tengah. Dengan demikian, aneka lauk dan sayur tak perlu bercampur serta tekstur nasi tidak rusak akibat terlalu banyak gerakan mengaduk. Bagaimana, B’tiemrs? Penasaran merasakan citarasa eksotis ala makanan tradisional Negeri Matador yang satu ini? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE