Sepiring Selat Solo, Paduan Mesra Barat & Timur | Breaktime
Paduan Mesra Barat dan Timur di Sepiring Selat Solo
08.04.2016

B’timers, Anda pernah mendengar istilah selat Solo? Atau justru pernah memakannya? Selat Solo adalah istilah Bahasa Jawa untuk Solo Salad. Makanan ini merupakan sajian salad khas Solo, Jawa Tengah, yang terdiri dari berbagai macam sayuran rebus seperti buncis, wortel, kacang panjang, kubis dan kentang serta sayuran mentah dan segar seperti tomat, selada, mentimun, acar dan telur rebus.

Kenikmatan selat Solo semakin terasa setelah disiram dengan kuah sejenis semur dengan menggunakan daging sapi tenderloin. Berbagai seasoning juga diberikan seperti bawang putih, cuka, kecap manis, kecap Inggris, lada dan pala. Selat Solo juga disajikan dengan mayonnaise homemade dan juga mustard.

Well, meskipun mengusung nama salad, makanan ini sebenarnya tidak mirip salad sama sekali. Selat Solo lebih mirip dengan perpaduan beefsteak yang umumnya memang disajikan dengan berbagai sayuran rebus dengan saus steak yang berwarna kecokelatan. Selat Solo bahkan sebenarnya mengandalkan si daging sapi sebagai primadona dalam hidangan ini. Sebagian orang menyebut selat Solo sebagai cross-over antara bistik, salad dan sup (sup Indonesia umumnya berisi wortel, buncis dan kentang).

Sepiring Selat Solo, Paduan Mesra Barat & Timur | Breaktime
Mirip steak dengan berbagai sayuran rebus

Sejarah selat Solo yang misterius

Selat Solo cukup unik dan bisa disebut misterius. Kenapa? Di balik rasanya yang luar biasa lezat, masih belum diketahui siapa sang koki pertama hidangan ini. Yang jelas, selat Solo sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Pada masa itu penjajah Eropa membawa aneka bahan makanan beserta teknik memasak mereka sendiri. Beberapa golongan kelas atas masyarakat Jawa dan kaum berpendidikan turut pula merasakan makanan khas Eropa seperti roti, keju dan beefsteak.

Sepiring Selat Solo, Paduan Mesra Barat & Timur | Breaktime
Makanan kelas atas masyarakat Jawa di era Hindia Belanda

Selat Solo kemudian dijunjung tinggi sebagai makanan kelas atasnya masyarakat Hindia Belanda, yang menyebabkan terjadinya adopsi dan perpaduan masakan Eropa ke dalam masakan lokal Jawa. Perpaduan makanan Barat dan Timur ini tampak pada penggunaan daging tenderloin steak, kecap Inggris dan mayonnaise dengan kecap manis khas Indonesia dan berbagai sayuran serta acar Jawa.

Baiklah, sang koki utama memang tak diketahui. Namun makanan ini sungguh lebih dari sekedar nikmat dengan cita rasanya yang unik. Nah, kalau Anda memiliki resep unik dan khas yang jadi menu andalan di rumah atau keluarga Anda, tidak ada salahnya B’timers menguji keahlian dengan mengikuti #BTindChallenge. Lewat Breaktime Challenge, tunjukkan kepada dunia bahwa Anda layak menjadi #SmartKoki. Kunjungi Facebook Page Breaktime (https://www.facebook.com/BreaktimeInd/) untuk info lebih lanjut. Tunggu apa lagi? Join dan menangkan hadiahnya! (nap)

Share This Article