Microwave Memang Praktis Sih, Tapi….. | Breaktime
Microwave Memang Praktis Sih, Tapi…..
08.06.2015

Mencairkan makanan beku dari freezer dengan microwave tentunya akan mempermudah pekerjaan rumah tangga dan tidak memakan waktu yang lama ya, B’timers. Hal inilah yang membuat microwave seolah jadi bagian tak terpisahkan dari dapur Anda. Bahkan, menurut SMECC atau The Southwest Museum of Engineering, Communication and Computation, lebih dari 95% orang Amerika merupakan pengguna aktif microwave. 

Sayangnya, ternyata penggunaan microwave berlebih punya dampak buruk untuk kesehatan seperti berikut ini:

Microwave Memang Praktis Sih, Tapi….. | Breaktime
Kurangi penggunaan microwave agar sehat

Microwave menciptakan bahan karsinogen pada makanan

Saat memanaskan makanan pada wadah plastik, secara otomatis zat penyebab kanker seperti halnya polyethylene terpthalate (PET), benzene, toluene, dan juga xylene, akan terlepas dalam ukuran mikro dan berpindah pada makanan.

Microwave merusak vitamin B-12 dalam makanan

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, memanaskan makanan yang banyak mengandung vitamin B-12 seperti halnya raw beef dan susu dengan microwave akan mengurangi kandungan vitamin sebanyak 30-40%. 

Microwave menghilangkan nutrisi asli dari makanan

Memanaskan makanan menggunakan microwave akan merusak bahkan menghilangkan kandungan micronurient di dalamnya. Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di tahun 2003 pada Journal of the Science of Food and Agriculture , brokoli yang diolah dengan microwave telah kehilangan 97% manfaat antioksidan yang terkandung di dalamnya. 

Memakai microwave boleh-boleh saja ya B’timers, selama tidak berlebihan. Tapi selama masih punya waktu untuk mengolah makanan segar, lebih baik tidak memanaskan makanan, bukan?

Share This Article