Mengenal Keju Mozzarella Lebih Dekat, Yuk! | Breaktime
Mengenal Keju Mozzarella Lebih Dekat, Yuk!
20.03.2016

Kudapan yang berbau keju selalu dapat disambut dengan baik oleh semua orang. Apalagi dengan tambahan keju mozzarella yang dengan sempurna lumer melapisi seluruh sudut makanan Anda. Sebagai pecinta keju, B’timers tidak hanya pandai menghabiskan makanan berbau keju saja lho! Anda harus mengenal keju mozzarella lebih dekat dengan beberapa fakta menarik berikut ini.

Country of Origin and History

Mengenal Keju Mozzarella Lebih Dekat, Yuk! | Breaktime
Teksturnya yang kenyal dan empuk menyerupai bantal jika disentuh

B’timers belum mengenal keju mozzarella dengan baik sebelum mengetahui asal muasal dari keju ini. Seperti kebanyakan keju lainnya, mozzarella berasal dari negara Italia. Lebih tepatnya lagi, mozzarella kerap di temukan di daerah seperti Campania, Abruzzo, Molise, hingga Puglia.

Awalnya mozzarella dibuat dari susu kerbau air yang sering diternak di daerah seperti Italia dan Bulgaria. Mozzarella dari susu kerbau air ini disebut Mozzarella di Bufala. Melalui berbagai perkembangan, sekarang mozzarella juga dibuat dari susu sapi segar (Mozarella Fior di Latte) maupun dari skimmed milk (Low-moisture Mozzarella).

Uniqueness of Mozzarella

Mengenal Keju Mozzarella Lebih Dekat, Yuk! | Breaktime
Sering dijadikan topping beragam makanan termasuk pizza

Berbeda dengan kebanyakan keju yang baru bisa dinikmati setelah disimpan dalam beberapa waktu lama, mozzarella justru dapat dikonsumsi langsung tepat setelah proses pembuatannya. Teksturnya yang kenyal seperti spons membuatnya mudah digunakan untuk berbagai kudapan seperti salad, daging, dan makanan laut.

Terbuat dari susu sapi membuat mozzarella sangat cocok untuk B’timers konsumsi selama diet. Dalam 30 gram mozzarella hanya mengandung 72 kalori dan 4,5 gram lemak. Selain itu, kandungan beragam vitamin dalam mozzarella seperti niacin, riboflavin, thiamine, biotin, vitamin A, D, E, dan B6 dapat sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Tidak ketinggalan mineral dan protein penting dalam susu juga ikut tersalurkan jika B’timers mengonsumsi mozzarella.

Tidak lengkap rasanya mengenal keju mozzarella sebelum Anda bisa membedakan mana mozzarella yang rendah lemak dan yang tidak. Untuk berdiet, pastikan memilih mozzarella dari skimmed milk karena lemak dalam susu sudah disaring dan menyebabkan kalorinya menjadi lebih sedikit. Dengan begitu, B’timers dapat menikmati mozzarella dengan lebih sehat dan bijak daripada sebelumnya kan? (ft)

Share This Article