Lebih Dekat Mengenal Baby Carrots, Yuk! | Breaktime
Lebih Dekat Mengenal Baby Carrots, Yuk!
28.03.2016

B’timers yang kerap berbelanja di supermarket langganan Anda pasti sudah akrab dengan yang namanya baby carrot. Wortel berbentuk kecil ini sangat lucu dan digemari oleh semua kalangan. Cocok pula untuk snack sehat praktis kapan saja dan dimana saja. Tetapi, sebatas apa B’timers mengenal baby carrots yang imut dan menggemaskan satu itu?

Baby Carrots vs Baby-cut Carrots

B’timers belum benar-benar mengenal baby carrots sebelum mengetahui perbedaan mendasar dari baby carrots dan baby-cut carrots. Baby carrots pada dasarnya adalah wortel yang ditumbuhkan dalam ukuran kecil. Para petani memutuskan memanen wortel ketika wortel masih belum tumbuh sempurna sehingga ukurannya terlihat lebih mini dari wortel pada umumnya.

Lebih Dekat Mengenal Baby Carrots, Yuk! | Breaktime
Imutnya wortel segar dengan ukuran lebih mini dari biasanya

Sedangkan, baby-cut carrots dibuat dari wortel pada umumnya yang dikupas dan dipotong kecil hingga menjadi wortel kecil. Pencetus dari baby-cut carrots yaitu Mike Yorusek, petani di California, mendapatkan ide setelah kesal wortel hasil panennya sedikit diminati oleh pembeli. Untuk mengatasi sisa wortel agar menarik untuk dibeli, Mike mulai menjual wortel kupas dan dalam ukuran mini sejak tahun 1980-an.

Pro and Cons

Dari segi rasa, wortel dapat mengeluarkan rasa manis natural jika dipanen ketika sudah benar-benar besar.  Sedangkan, baby carrots yang dipanen sebelum waktunya jelas kurang sedap dinikmati mentah maupun ketika sudah dimasak. Bentuknya yang lucu membuat anak-anak yang biasanya anti terhadap wortel akan dengan sukarela memakan wortel imut tersebut.

Lebih Dekat Mengenal Baby Carrots, Yuk! | Breaktime
Bersih mulus mempesona semua usia untuk memakannya

Sayangnya, dari segi nutrisi baby-cut carrots jelas kalah dibandingkan baby carrot. Selain daging wortel, kulit wortel juga mengandung banyak nutrisi yang bagus untuk tubuh. Proses pengupasan kulit wortel untuk menjadi baby-cut carrots ternyata dapat menghilangkan sebagian besar nutrisi yang terkandung dalam wortel, lho!

Selain itu, proses pengolahan menjadi baby-cut carrot membutuhkan klorine yang bertugas membunuh bakteri pada kulit wortel yang sudah dikupas. Meskipun aman, tetapi tetap harus diwaspadai jika terlalu banyak masuk dalam tubuh. Daya tahan baby-cut carrot juga tidak seperti wortel umumnya. Karena sudah dikupas dan melalui proses panjang, membuatnya tidak tahan lama dan sedikit tricky dalam menyimpannya baik di dalam lemari pendingin maupun di suhu ruangan.

Lebih Dekat Mengenal Baby Carrots, Yuk! | Breaktime
Agar tahan lama dalam freezer, rebus sebentar baby carrot yang Anda beli dari supermarket

Sudah lebih mengenal baby carrots lebih dalam? Nah, sekarang tinggal kebijakan B’timers dalam mengolah masakan. Apakah Anda lebih nyaman dengan wortel pada umumnya atau memutuskan menggunakan baby-cut carrots yang tersedia di pusat perbelanjaan. Apapun pilihan Anda, usahakan B’timers tetap mengonsumsi makanan penuh nutrisi seperti wortel tersebut dibarengi dengan buah dan sayuran lainnya. Healthy food for healthy body! (ft)

Share This Article