Latest Technology Sedia Makanan Manusia | Breaktime
Latest Technology yang Sediakan Makanan Penduduk Dunia
15.03.2015

Kekurangan pangan yang terjadi di berbagai belahan dunia membuat orang-orang hebat ini melaksanakan The Solve for X: New Jersey Campaign pada bulan Februari 2015 lalu di Rutgers University. Kampanye ini dihadiri oleh 4 investor kelas dunia yang berusaha memecahkan masalah kekurangan pangan di berbagai negara. Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi sekelompok ilmuwan, pakar teknologi, dan entrepreneur sosial untuk mempresentasikan ide mereka.

Diseleksi dari total 72 aplikan, muncul empat “pioneer” (julukan mereka dalam komunitas Google) yang mempresentasikan ide tentang solusi untuk ketersediaan pangan di seluruh dunia.

Adalah Lou Elwell, co-founder sekaligus CEO Bio Soil Enhancers Inc. (BSEI), yang begitu antusias untuk mengembangkan cara memproduksi makanan sehat bernutrisi bagi semua orang. Ia merasa bahwa dunia membutuhkan lebih banyak tanaman pangan sehat yang bisa dibudidayakan secara berkesinambungan dengan biaya terjangkau tanpa menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan.

Ia meyakini bahwa solusinya bukanlah mengubah suplai makanan yang dimodifikasi secara genetik karena hal tersebut justru meningkatkan ketergantungan terhadap pupuk serta pestisida. Sebaliknya, Elwell lebih fokus terhadap keadaan biologis tanah dibanding kandungan kimia tanah. 

Nah, di kesempatan ini pula Elwell memperkenalkan memperkenalkan microbial boost bernama SumaGrow yang terdiri dari mikroba alami, non-patogen, dan non-GMO yang dijauhkan dari tanah kemudian dibudidayakan.

Produk-produk BSEI yang mengandung SumaGrow dapat meningkatkan hasil panen, meminimalisir penggunaan pupuk, dan membantu pertumbuhan tanaman pangan dengan lebih sedikit air dan pestisida. Ia juga menambahkan keuntungan lainnya, yakni kandungan nutrisi yang lebih tinggi pada tanaman pangan, keuntungan lebih besar bagi petani, serta bioremediasi untuk air dan tanah. Hingga kini, produk-produk SumaGrow telah digunakan di seluruh Amerika Serikat dan di lebih dari 40 negara di seluruh dunia.

Di tengah gempuran teknologi yang semakin tidak memanusiakan manusia, ternyata masih ada sekelompok orang yang memanfaatkan latest technology untuk kemakmuran penduduk dunia. Hebat ya, B’timers!

Share This Article