Lalat dan Nyamuk untuk Disantap, Mau Coba? | Breaktime
Lalat dan Nyamuk untuk Disantap, Mau Coba?
13.12.2015

Mungkin mengagetkan ya, mengetahui jika serangga yang terkesan menjijikkan justru dimasak dan dijadikan makanan? Faktanya, lebih dari 20 milyar penduduk dunia mengonsumsi serangga olahan atau tak jarang mereka memakan serangga mentah begitu saja. Namun, banyak yang menganggap kebiasaan tersebut menjijikan. Tapi mungkin karena mereka belum mengetahui kandungan yang terdapat di sumber makanan tersebut.

Kebiasaan memakan serangga ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Banyak penduduk di daerah pedalaman di Asia, termasuk di Indonesia, terbiasa mengonsumsi serangga. Dan saat ini, menu kuliner ekstrim mulai menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan mencicipi cita rasanya. Bahkan belakangan ini, serangga mulai dilirik di negara maju sebagai pilihan untuk menu diet sehat.

Tahukah Anda, serangga yang biasa kita bunuh dengan obat anti hama tersebut, ternyata kaya akan protein, serat, lemak, dan mineral, sama banyaknya atau bahkan lebih tinggi dari sumber makanan lain yang sering kita konsumsi.

Selain itu, macam-macam serangga yang sering kita temui di lingkungan rumah, memiliki rasa khasnya masing-masing, menurut mereka yang pernah mencobanya. Ada yang seperti apel, sedikit pedas, juga ada yang mirip seperti daging. Tertarik untuk mencicipinya, B’timers?

Lalat dan Nyamuk untuk Disantap, Mau Coba? | Breaktime
Belalang salah satu serangga yang sering kita jumpai sebagai menu kuliner
  • Belalang

Dengan teksturnya yang crunchy dan gurih, serangga satu ini termasuk banyak difavoritkan. Belalang biasanya diolah dengan bumbu sederhana, seperti bawang putih dan perasan jeruk lemon untuk menghilangkan aroma amisnya.

  • Lebah dan tawon

Anda yang pernah mencoba olahan pepes lebah mungkin tidak asing lagi dengan serangga penghasil madu ini. Rasanya cukup gurih seperti kacang tanah atau almond.

  • Semut

Wow, pasti dibutuhkan banyak semut untuk mengenyangkan perut yang kelaparan. Tapi jangan salah, hanya perlu 100 gram semut merah untuk memenuhi kebutuhan 14 gram protein bagi tubuh.

  • Lalat dan nyamuk

Eww! Serangga ini juga bisa dikonsumsi lho, B’timers. Mereka yang pernah mencoba, mengatakan rasanya memang sedikit amis seperti ikan atau daging bebek.

  • Kupu-kupu dan larva

Selain memiliki sayap yang indah, serangga jenis ini kaya akan protein dan zat besi ketika masih dalam kepompong. Larva kupu-kupu juga tak kalah nikmat, lho.

  • Kepik

Bau yang dihasilkan serangga ini membuat banyak orang tidak menyukainya. Tapi, ternyata untuk masalah rasa, kepik mirip seperti apel, manis. Kepik juga merupakan salah satu sumber iodin.

Nah, jika Anda bertanya, mana yang lebih baik dicoba dulu? Well, hal itu tergantung dari diri Anda sendiri. Karena meskipun telah mengetahui sejumlah manfaat yang didapatkan dari mengkonsumsi serangga, tidak berarti menu tersebut menjadi wajib dihidangkan di meja makan. Bagi beberapa orang yang berani, memang tidak ada salahnya mencoba kuliner yang satu ini.

Tapi untuk orang-orang yang gampang jijik karena melihat bentuk serangga dan tetap memaksa makan, bisa-bisa Anda malah muntah dan kehilangan nafsu makan. Bagi pemula, Anda bisa mencicipi belalang. Rasanya sedikit manis dan gurih mirip udang atau daging ayam, juga renyah di setiap gigitan. (no)

Share This Article