Kota Jakarta, Semua Tentang Kopi dan Gaya Hidup | Breaktime

ARTIKEL KULINER

Inijie

Travel Blogger & Profesional Photographer.

Kota Jakarta, Semua Tentang Kopi dan Gaya Hidup
09.01.2016

Bangun pagi minum kopi, siang minum kopi, bertemu dengan teman juga ngopi. Kehadiran kopi yang tersedia di meja seakan menjadi hal yang wajib ya, B’timers. Menikmati ekstraksi dari magical beans ini sudah jadi bagian dari gaya hidup modern. Dimulai dari kopi berbagai rasa dalam sajian instan yang pas dalam genggaman tangan, kemudian berganti konsep lebih fresh dengan coffee shop yang digawangi oleh barista-barista ganteng berambut klimis.

Padahal B’timers, dulu cangkir kopi-kopi di sebuah kafe hanya bisa ditenteng oleh golongan berjas dan berdasi saja. Tapi sekarang, bahkan semua kalangan sudah bisa menikmati kopi sambil upload foto dan update status media social sana sini, seolah tak lupa mencantumkan lokasi sebagai tanda eksistensi. Coba lihat Senopati atau kawasan PIK. Dalam sebulan saja bisa ada 3 kuil kafein baru. Lantas apa saja yang melatarbelakangi pergantian gaya hidup ini B’timers?

Diawali oleh berkembangnya Starbucks sebagai minuman yang fancy, sekarang banyak yang memilih jalan untuk lebih serius menikmati seluk beluk kopi ini. Seperti memilih coffee shop yang tepat untuk menentukan karakter kopi di dalam diri mereka. Terlebih, setiap coffee shop memiliki ciri yang berbeda pada rasa kopinya. Jadi lebih fokus kepada, “Apa kopinya punya rasa yang strong atau creamy?”. Atau “Apa ini cocok dengan karakterku yang dewasa?” Segalanya jadi lebih personal. You are what you drink.

Kota Jakarta, Semua Tentang Kopi dan Gaya Hidup | Breaktime
Secangkir kopi hangat dan perbincangan santai akan membuat hari Anda lebih berwarna

Minum kopi bukan berarti tahu detail tentang kopi dan seisinya. Bisa saja hanya penikmat biasa yang sekedar suka incip-incip. Sebagai casual drinker, menikmati kopi juga ada alasannya. Kadang sambil meeting dan ngobrol panjang lebar dengan partner, menumpang kerja sambil menikmati wi-fi. Tak heran coffee shop di kawasan distrik bisnis seperti Grand Indonesia atau SCBD selalu penuh orang berdasi sambil melakukan sejumlah deal bisnis.

Tapi, ada juga yang menganggap bahwa dengan pergi ke coffee shop, standar “kegaulan” B’timers akan naik. Sedikit demi sedikit bisa jadi hipster karena sudah menaikkan eksistensi diri dengan mengikuti trend sosial. “Cieh.. anak One Fifteenth!”, celotehan semacam ini bikin keki tapi cukup bangga juga.

Namun sebenarnya, coffee industry sekarang berada di jalur yang bagus karena bisa membuat daya tarik sendiri terhadap konsumen dengan image-nya yang cool. Apapun faktor dibalik membludaknya gaya ngopi ini, kita berharap hal seperti ini bisa memberikan efek yang bagus untuk petani kopi Indonesia dengan aroma dan rasa terbaiknya.

B’timers ingin tahu tempat ngopi yang smart di Jakarta? Ikuti terus update tempat hang out hanya di Breaktime. (J)

Share This Article