Kisah Histori Sosial di Balik Jell-O Salad | Breaktime
Kisah Histori Sosial di Balik Segarnya Jell-O Salad
17.12.2015

Tak ada yang tahu ternyata di balik segarnya Jell-O salad tersimpan kisah mengejutkan tentang sejarah panjang hingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Bagi Anda yang belum tahu apa itu Jell-O Salad, sederhanyanya makanan ini adalah salad yang berisi jelly.

Ternyata, salad jelly ini awalnya hanya dinikmat oleh orang-orang dari kalangan elit saja. Pasalnya, gelatin yang merupakan bahan utama pembuat agar-agar atau jelly saat itu adalah bahan yang mahal dan sulit didapat. Seperti yang kita tahu, gelatin diambil dari kolagen yang terdapat pada tulang binatang yang pertama kali ditemukan di Eropa bagian tengah.

Cara yang rumit untuk mendapatkan gelatin dari tulang bintang itulah yang menyebabkan harganya sangat mahal dan hanya orang kaya saja yang dapat menikmatinya saat itu. Biasanya, Jelly dihidangkan di tengah-tengah meja dan dianggap sebagai makanan paling istimewa.

Kisah Histori Sosial di Balik Jell-O Salad | Breaktime
Gelatin adalah bahan utama untuk membuat jelly

Jell-O Salad mulai terkenal dan menjadi ikon makanan di Amerika sejak abad ke-19. Tepatnya di awal tahun 1890. Hal itu bermula setelah Perang dunia II yang membuat kehancuran sistem ekonomi di Amerika. Karena itu, pemerintah Amerika memutar otak untuk merubah sistem makanan di Amerika agar tidak terjadi kelaparan masal pada masyarakatnya.

Mereka menganggap bahwa Jelly adalah makanan yang cocok dan paling tepat dimakan saat perekonomian sedang buruk. Akhirnya mereka menemukan satu fakta bahwa jelly tak hanya dibuat dari gelatin tulang hewan yang mahal, tetapi juga bisa dibuat dari rumput laut. Karena desakan ekonomi inilah akhirnya mereka bisa menciptakan satu inovasi bahan makanan yaitu gelatin instan.

Setelah itu, Jelly mulai diproduksi secara besar-besaran. Ada sebuah perusahaan milik Pearl Wait yang kemudian membuat berbagai macam inovasi makanan jelly. Saat itu Jelly hanya dikenal sebagai dessert dan snack.

Mereka mulai berpikir bagaimana caranya agar jelly tak hanya dikenal sebagai makanan ringan, di tahun 1897 mereka menemukan ide bagus untuk menyajikan jelly dengan salad agar bisa dikonsumsi sebagai maincourse atau makanan utama. Perusahaan tersebut menamai produk jelly-jellyan mereka dengan sebutan Jell-O Brand.

Dua tahun kemudian,  Pearl Wait berhasil menjual produk mereka di Genesee Food Company. Saat itu ia berhasil mendapatkan USD 450 atau sekitar USD 11.000 untuk saat ini. Kemudian di tahun 1907, produk-produk Jell-O Salad mulai mendunia dan mendirikan franchise di beberapa Negara. Saat ini, Jell-O Brand dimiliki oleh seorang wanita bernama Lynne Galia.

Di Indonesia sendiri, brand ini juga merupakan brand ternama dan banyak penikmatnya. Bagaimana, B’timers ingin mencoba?  (nap)

Share This Article