Ikan Paus Jadi Kuliner Utama di Festival Jepang | Breaktime
Ketika Ikan Paus Jadi Kuliner Utama di Festival Jepang
16.10.2015

Awal bulan Oktober ini, ada festival makanan yang sangat unik di Jepang! Ebisu Kujiwa Festival tengah berlangsung dari tanggal 1 hingga 18 Oktober mendatang. Acara ini mempromosikan kelezatan daging ikan paus pada para pengunjung dari luar Jepang.

Di distrik Ebisu Tokyo, setidaknya ada 28 restoran yang turut berpartisipasi dan masing-masing berlomba untuk menjadikan beragam menu berbasis ikan paus. Tengok saja kubis isi, ramen, dan carpaccio yang olahannya mengandalkan daging ikan paus.

Ketika Ikan Paus Jadi Kuliner Utama di Festival Jepang | Breaktime
Salah satu olahan berbasis daging paus

Tahun ini, festival Ebisu berusaha menyuguhkan hidangan ikan paus pada pengunjung asing dalam bentuk omotenashi alias keramahan pelayanan bergaya Jepang. Sebenarnya, festival yang pertama kali diadakan tahun 2013 ini terinsipirasi dari pemujaan ikan paus yang dikenal sebagai dewa ikan atau “ebisu-sama”.

Dan, respon turis asing pun ternyata sangat positif. Setidaknya, survei yang dilakukan pada bulan April sampai Juni tahun ini mengungkap ada 63% atau 200 orang asing yang tertarik untuk mencoba daging ikan paus. Survei yang sama juga dilakukan di pasar Tsukji pada bulan Juli dengan 56% orang juga mengaku ingin mencoba.

Ketika Ikan Paus Jadi Kuliner Utama di Festival Jepang | Breaktime
Konsumsi daging ikan paus segar

Hasil survei ini memang sangat mengejutkan, terlebih sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Italia, dan Australia mengecam keras konsumsi ikan paus di Jepang. Oleh karena itu, beberapa supermarket di Jepang pun memilih tak menjual daging ikan paus karena khawatir aktivis anti perburuan mamalia itu akan menghadang jalannya bisnis.

Namun uniknya, kantin Kementerian Luar Negeri Jepang ternyata juga ikut menyajikan menu satu ini. Hal ini dilakukan agar diplomat dari luar yang berkunjung ke Jepang tertarik untuk mencicipi dan mengenali kelezatannya sebagai bagian dari budaya gastronomi Jepang.

Bagaimanapun, B’timers tetap perlu waspada sebab paus yang dijual di Kepulauan Faroe dan Jepang mengandung merkuri dengan kadar tinggi yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Be wise and selective, B’timers! 

Share This Article