Geliat Casu Marzu, Keju Itali Berbahan Belatung | Breaktime
Geliat Casu Marzu, Keju Itali Berbahan Belatung
12.10.2017

Sebagai surganya makanan dan wine yang kelezatannya tiada tara, Itali juga memiliki sebuah makanan unik yang bahan dasarnya bagi B’timers mungkin dianggap ekstrem. Ialah keju casu marzu yang berasal dari Kepulauan Sardinia di Italia. Casu marzu yang dalam bahasa setempat berarti “rotten cheese” ini diolah dari susu kambing Sardinia yang diolah menjadi keju pecorino sardo sebelum diolah kembali dengan teknik fermentasi yang jauh lebih lama dibandingkan keju pada umumnya. Teknik fermentasi keju casu marzu ialah dengan membiarkannya di udara terbuka hingga lalat keju Piophilia casei bertelur di dalamnya.

Meski sepintas menjijikkan, 500 telur yang dikeluarkan dalam sekali bertelur tersebut akan menghasilkan belatung yang berfungsi menghilangkan unsur lemak dalam keju yang menurut kepercayaan setempat dapat membuat keju casu marzu jauh lebih sehat. Belatung yang menetas dan dibiarkan hingga sepanjang 0,3 centimeter sebelum dijual tersebut juga berfungsi membuat keju menjadi lebuh empuk. Bagi masyarakat setempat, keju casu marzu menjadi makanan tradisional favorit dan dipercaya mengandung khasiat sebagai afrodisiak. Karena itulah, keju ini juga sering dihidangkan pada saat pesta bujang hingga resepsi pernikahan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Vegan, Pernah Coba Buat Sambal Sehat Ini?

Terdapat 2 golongan orang yang memakan keju casu marzu dengan cara berbeda. Golongan pertama tak merasa jijik bahkan dengan bersemangat menyantap keju ini beserta belatung yang masih menggeliat-geliat hidup di dalamnya. Golongan kedua memilih memakan keju casu marzu yang sudah tak lagi mengandung belatung. B’timers bisa menyingkirkan bawanan belatung tersebut namun dengan risiko masih menyisakan belatung hidup di dalam keju yang makan. Anda juga bisa memasukkan keju ke dalam plastik kedap udara terlebih dahulu sebelum disantap, lalu membiarkan belatung keluar satu-persatu dari dalam keju hingga mati kehabisan udara. Konon, keju casu marzu sebaiknya disantap saat belatung masih dalam keaadaan hidup karena apabila dibiarkan mati justru membuat keju ini menjadi makanan beracun.

Geliat Casu Marzu, Keju Itali Berbahan Belatung | Breaktime
Penampakan belatung hidup yang menggeliat di dalam keju casu marzu

Risiko keracunan makanan itulah yang menyebabkan keju casu marzu hingga kini menjadi salah satu makanan yang dinyatakan ilegal oleh Uni Eropa. Barangsiapa yang terbukti memproduksi dan memperjualbelikan keju casu marzu akan ditindak secara hukum. Saking bahaya dan terlarangnya, keju tersebut juga tidak dimasukkan ke dalam daftar makanan tradisional Itali dan dunia. Hingga 10 tahun lalu, keju casu marzu masih dapat dengan mudah ditemukan di berbagai kawasan di Sardinia. Saat ini, meski masih banyak diproduksi di Sardinia demi mempertahankan tradisi, keju ini hanya bisa diperoleh di pasar gelap dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada keju pecorino biasa.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Eksotisme Wine Pala khas Indonesia Timur

Tak hanya teknik pembuatannya yang unik, cara makan keju casu marzu yang masih mengandung belatuhng hidup juga memiliki kekhasan tersendiri. B’timers sebaiknya hanya memegang bagian bawah keju saja karena apabila mengalami guncangan pada keju, belatung di dalamnya berisiko loncat keluar dari dalam keju hingga ketinggian 15 centimeter. Saat menggigit, Anda juga disarankan untuk menutup bagian atas keju maupun menutup mata Anda agar tidak terkena loncatan belatung. Para wisatawan yang baru sekali mencicipi keju casu marzu mengakui bahwa meski nampak menjijikkan, keju tersebut memiliki citarasa yang unik berupa perpaduan antara pedasnya black pepper dan rasa tajam keju gorgonzola.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ini Asupan Yang Bikin Martabak Sangat Menggoda!

Secara umum, keju casu marzu dilarang dikonsumsi oleh Uni Eropa karena larva yang berada di dalam keju tersebut tahan cenderung tahan terhadap kondisi asam sehingga tidak dapat hancur begitu saja dalam sistem pencernaan manusia. Dengan demikian, larva akan selamanya mendekam dalam tubuh manusia sehingga menyebabkan kerusakan lambung. Namun, pada tahun 2005, sebuah kerjasama antara peternak kambing dan peneliti dari Universitas Sassari berupaya menciptakan teknik pengolahan keju casu marzu secara higienis sehingga dapat dikonsumsi dengan aman. Apakah B’timers masih penasaran dan berani mengkonsumsi keju busuk yang dinyatakan sebagai keju paling berbahaya di dunia ini? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE