Fakta tentang Kebiasaan Meniup Makanan Panas | Breaktime
Fakta-fakta tentang Kebiasaan Meniup Makanan Panas
05.07.2016

Hayoo, Anda sering meniup makanan panas agar bisa segera menikmatinya karena sudah sangat lapar, kan, B’timers? Selain dinilai tidak etis dalam table manner, meniup makanan panas terbukti memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Dan berikut fakta-fakta mengenai kebiasaan meniup makanan menurut penelitian yang perlu Anda ketahui, B’timers.

Bahaya asam karbonat

Alasan pertama mengapa Anda dilarang meniup makanan panas adalah karena akan mengakibatkan terbentuknya asam karbonat yang berbahaya, B’timers. Proses pertemuan H2O dengan karbondioksida atau CO2 menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Nah, jika senyawa ini masuk ke dalam perut Anda secara berlebihan, bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit jantung, lho.

Fakta tentang Kebiasaan Meniup Makanan Panas | Breaktime
Tak hanya makanan, meniup minuman panas juga berbahaya, B’timers

Partikel berbahaya

Satu dari fakta-Fakta mengenai kebiasaan meniup makanan adalah karena adanya partikel berbahaya, dari sisa makanan dalam mulut yang telah membusuk dan menyebabkan bau mulut tidak sedap. Jadi jika ditiupkan ke minuman atau makanan panas, akan menempel. Senyawa berbahaya tersebut akhirnya ikut termakan dan tercerna dalam saluran pencernaan. Padahal itu sudah busuk dalam mulut, Hiii!

Mikroorganisme jahat

Dan berdasarkan penelitian, di dalam mulut kita tinggal berbagai mikroorganisme tak terlihat. Ada yang memiliki sifat mutualisme yang baik dan ada juga yang bersifat patologi yang jahat, B’timers. Ketika kita meniup makanan panas, maka makhluk kecil tersebut akan menempel di makanan dan ikut masuk ke dalam perut. Hmm, jika yang masuk bakteri jahat, bayangkan apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Nah, setelah mengetahui beberapa dampak buruk dari kebiasaan meniup makanan, Anda tentu bisa lebih memperhatikan kebersihan dan tata cara saat makan dan minum, B’timers. Dan ternyata ada alasan dari fakta-fakta mengenai kebiasaan meniup makanan yang sering kita abaikan, ya, B’timers? (NO)

Share This Article