Eksotisme Wine Pala khas Indonesia Timur | Breaktime
Eksotisme Wine Pala khas Indonesia Timur
09.10.2017

Pada masa penjelajahan dunia hingga penjajahan Belanda, tanaman pala pernah menjadi salah satu komoditas utama perdagangan rempah-rempah di Indonesia, terutama di Indonesia. Sama halnya dengan cengkeh dan teh, tanaman pala menjadi salah satu komoditas rempah-rempah unggulan Nusantara hingga terkenal kualitasnya di seluruh dunia. Meski tak lagi seterkenal dahulu, tanaman pala yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di Indonesia Timur hingga kini masih terus dimanfaatkan khasiatnya. Penggunaan yang paling banyak dikenal dari tanaman pala ialah bijinya yang dijadikan ekstrak dan diambil minyaknya. Biji pala juga biasa dihaluskan sebagai campuran bumbu masak. Namun bagaimana halnya dengan daging buah pala?

Berbeda dengan biji pala yang paling sering dimanfaatkan dari tanaman pala, selain kayu tanaman pala sebagai bahan bakar, daging buah pala biasanya dibuang begitu saja oleh para petani dan pedagang di daerah asalnya. Kondisi tersebut kemudian menginspirasi beberapa siswa SMK Perikanan dan Kelautan Baramuli Tamako di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara untuk memanfaatkan daging buah pala agar tak terbuang percuma. Sebelum berkreasi dengan olahan wine pala yang unik ini, para siswa dari sekolah tersebut sudah banyak berkreasi dengan aneka produksi daerah yang berbatasan langsung dengan Filipina ini, seperti olahan ikan tuna dan bahan laut lainnya menjadi bakso, nugget, hingga kecap.

Milda Lantemona, sang guru pembimbing sekaligus lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado mengaku bahwa berbagai keterampilan tersebut sengaja dididik bagi para siswa agar memiliki life skills dan siap terjun ke dunia kerja. Wine pala sendiri merupakan inisiatif para siswa melihat situasi para petani dan pedagang pala setempat yang selalu membuang daging pala dan hanya memanfaatkan bijinya. Daging buah pala yang cenderung menjadi limbah tersebut rupanya menyimpan potensi sebagai bahan baku minuma alkohol sehingga dapat dijadikan komoditas bermanfaat di daerah Sulamwesi, khususnya di Kepulauan Sangihe.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ini Asupan Yang Bikin Martabak Sangat Menggoda!
Eksotisme Wine Pala khas Indonesia Timur | Breaktime
Buah pala yang jadi bahan baku pembuatan minuman keras fermentasi pala

Selain dari daging buah pala yang bisa didapatkan secara melimpah dan cuma-cuma, para siswa tersebut juga menggunakan bahan lain berupa gula pasir, ragi, dan air. Aneka peralatan yang digunakan dalam mengolah wine pala sebelumnya dibersihkan terlebih dahulu hingga steril. Sebelum diolah, daging buah pala terlebih dahulu dicuci dengan kaporit lalu dibilas dengan air bersih. Selanjutnya, buah pala sebanyak satu kilogram dikupas lalu dagingnya dikukus hingga teksturnya berubah lembut. Setiap satu kilogram pala membutuhkan sekitar lima liter air. Daging buah pala yang telah dikukus kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender. Hasil blender daging buah pala yang telah halus selanjutnya diperas dengan menggunakan kain saringan lalu dituangkan ke dalam panci.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bersiap dengan Serbuan Kuliner Unik Cheese Tea

Tahap selanjutnya ialah mendinginkan daging buah pala selama lima jam, kemudian ditambahkan dengan ragi roti sebanyak satu sendok makan. Daging buah pala kemudian disimpan dan difermentasi selama sebulan. Hasil fermentasi daging buah pala kemudian direbus kembali untuk membunuh bakteri yang tersisa dari proses fermentasi. Voila, jadilah wine pala dengan kadar alkohol 10 persen. Olahan buah pala yang cukup unik ini selanjutnya dimasukkan dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Anugerah, Kampung Balane khusus untuk mengayomi aneka hasil keterampilan siswa maupun masyarakat setempat seperti juga anega produk olahan laut lainnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tubuh Sehat dengan Manfaat Sup Sarang Burung

Berkat kreasi para siswa SMK tersebut, hingga kini B’tiemrs dapat dengan mudah menemukan wine pala yang dijual dalam bentuk botolan. Anda tentunya patut berbangga dengan kelompok anak muda yang dengan kreatif mampu mengolah hasil bumi berupa tanaman pala yang daging buahnya selama ini terbuang percuma tersebut hingga menjadi suatu produk yang ebrmanfaat bagi perekonomian setempat. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE