Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali | Breaktime

ARTIKEL KULINER

Inijie

Travel Blogger & Profesional Photographer.

Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali
27.08.2016

“Jalan-jalan ke Bali, yuk!”

“Aduh jangan deh, di sana kan apa-apa mahal..”

Nah B’Timers, perbincangan seperti ini kerap terjadi saat hendak merencanakan liburan ke Bali. Yap, pulau Dewata identik dengan wisata yang berlevel ‘wah’. Namun sebenarnya Bali tetap bisa dinikmati dengan budget minim. Tergantung dari tujuan awal liburannya.

Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali | Breaktime
Ke Bali? Bisa murah juga kok

Misal B’Timers, jika berkeliling café dan resto, bisa jadi dalam sehari menghabiskan Rp 300-500 ribu. Namun, penulis juga pernah punya pengalaman hanya menghabiskan 150 ribu rupiah saja dalam 3 hari dengan cara berwisata kuliner lokal.

Bagaimana caranya bisa kuliner hemat di Bali? Ini dia tipsnya B’timers.

1. Timing

Hindari peak season. Wisatawan mancanegara dan domestik biasanya menyerbu saat Juni – Agustus dan November – Januari. Saat peak season tentunya segala hal menjadi lebih mahal karena pengelola akan mengambil kesempatan sebesar-besarnya. Saat low season sebaliknya, beberapa resto bahkan menawarkan harga makan paketan yang terjangkau untuk menggaet tamu.

2. Transport

B’Timers, separuh dari budget wisata bisa jadi sepertiganya habis di biaya transport. Jika duit kita ‘habis di jalan’, otomatis budget buat kulineran juga terbatas, kan?

Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali | Breaktime
Motor Matic, Murah dan Anti Macet

Nah, makanya harus hemat buat urusan wara-wiri ini. Penulis sangat gemar menyewa motor matic (scooter) jika berwisata di Bali. Ongkosnya cuma Rp 60-70 ribu per hari. Murah dan anti macet pula. Bayangkan jika naik taksi, sekali trip dari Kuta ke Seminyak saja  bisa merogoh kocek Rp 50 ribuan.

Malas menyetir? Uber dan Gojek bisa juga jadi alternatif. It’s your choice.

3. Think Local

Café-café di Bali memang cantik dan instagenic, tapi konsekuensinya B’Timers harus merogoh kocek lebih dalam. Kenapa tak sekali-sekali lebih mengeksplorasi kuliner lokal Bali?

Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali | Breaktime
Tipat Cantok, Kenyang hanya 10 Ribu

Mungkin B’Timers familiar dengan Nasi Campur Bali. Tapi tahukah tentang Tipat Cantok? Sejenis Ketoprak ala Jakarta. Atau Anda juga bisa cicipi aneka Jajan Bali yang mirip dengan kue-kue Jajan Pasar a la Jawa.

Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali | Breaktime
Lumpia khas Bali, banyak ditemukan di Pantai Kuta dan Sanur

Lumpia Bali yang dijajakan di pantai Kuta juga sangat unik karena dipotong-potong dengan gunting lalu dilumuri saus kanji.

Semuanya bisa dibeli dengan budget kurang dari Rp 10 ribu. Super hemat!

4. Bring Your Own Water

Hal ini mungkin terkesan remeh. Namun cuaca Bali yang panas bisa bikin tubuh cepat dehidrasi. Kebutuhan akan minum meningkat drastis. Membeli minum terus-terusan bukan langkah bijak untuk menghemat.

Bawalah botol minum sendiri. Nah, kalau naik motor matic, bagian bagasinya bisa muat 2-3 botol air mineral. Trust me, you’ll save a lot.

5. Anti Mainstream

Carilah alternatif makan yang tidak terlalu ‘ngartis’ karena biasanya yang sudah laris tentunya lebih mahal. Misalnya di Denpasar, Nasi Pedas Bu Andika memang sangat kondang. Tapi harganya bikin jantung deg-degan.

Alternatif lain bisa mencoba Nasi Pedas Bu Anik di Pasar Kuta, konon pemiliknya masih saudara dengan Bu Andika. Dengan rasa yang sangat mirip, B’Timers bisa dapatkan harga separuh lebih murah dari Bu Andika.

Catat! Ini 5 Tips untuk Kulineran Hemat di Bali | Breaktime
Nasi Pedas Bu Anik, Separuh Harga, Rasa Sama

Contoh lain, jika ingin makan Nasi Babi Guling di Ubud. Selain ke Warung Bu Oka yang super famous, bisa mencoba Warung Teges yang disukai warga lokal karena jauh lebih affordable.

Bagaimana, B’Timers? Sudah siap kuliner hemat di Bali dengan tips-tips di atas? Yuk, buruan booking tiketnya :) (inijie)

Share This Article