Budaya Minum Teh di Indonesia yang Unik | Breaktime
Budaya Minum Teh di Indonesia yang Unik
07.03.2018

Tak banyak yang tahu, Indonesia juga memiliki budaya minum teh yang kental lengkap dengan aturan-aturannya, sama seperti di negeri asia timur lainnya. Hal ini dikarenakan, budidaya teh saat zaman penjajahan Belanda cukup tinggi dan rakyat Indonesia yang tiap hari berkutat dengan teh mulai ikut menikmatinya. Ada beberapa tradisi minum teh tradisional unik.

Nyaneut Jawa Barat dari Tanah Sunda


Nyaneut Jawa Barat dari Tanah Sunda (image-jadiberita.com)

Dalam Nyaneut, teh yang digunakan adalah Teh Kejek. Teh ini merupakan teh khas dari daerah Cigedug. Nyaneut biasa diawali dengan memasak air di atas anglo (tungku yang terbuat dari tanah liat) dengan menggunakan arang sebagai bahan bakar. Lalu, air yang telah matang akan dipindahkan ke poci tanah liat. Bersama dengan itu, satu sendok makan teh kejek khas Cigedug dimasukkan ke dalam poci lalu didiamkan selama beberapa saat. Cara meminumnya pun unik. Teh diletakkan di batok kelapa, lalu penikmat teh diharuskan memutarnya sebanyak dua kali di telapak tangan dan dihirup aromanya sebanyak tiga kali sebelum diperbolehkan menyeruput teh yang hangat.

Teh Poci di Daerah Jawa


Teh Poci di daerah Jawa 9image-wikimedia.org)

Teh Poci Teh Poci kerap ditemui di daerah Jawa, tepatnya di Cirebon, Slawi, Brebes, Pemalang dan sekitarnya. Tradisi minum teh poci ini unik, menggunakan teh wangi melati yang diseduh dalam teko tanah liat (poci) dan disajikan dengan gula batu sebagai pemanis. Penikmat teh diperbolehkan menambahkan gula batu, namun tak diperbolahkan mengaduk. Ternyata hal ini memiliki filosofi yakni hidup memang pahit pada awalnya, namun manis di akhir. Jadi gula harus dibiarkan mencair dengan sendirinya.

Patehan, Minum Teh Khusus Keraton Yogyakarta


Patehan, minum teh khusus Keraton Yogyakarta (image-solopos.com)

Patehan dilakukan di lingkungan Keraton Yogyakarta yang dihidangkan bagi raja, keluarga, dan tamu keraton. Nama Patehan sendiri diambil dari bangsal tempat raja melakukan tradisi high tea ala Jawa ini. Prosesi Patehan ini disajikan oleh setidaknya 10 Abdi dalem, 5 perempuan dan 5 laki-laki, dengan pakaian adat Jawa lengkap yang bertugas untuk meracik dan menyeduh teh bagi Raja, keluarga maupun tamunya.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE