B’timers, Berani Konsumsi Telur yang Sudah Disimpan Selama 3 Tahun?
B’timers, Berani Konsumsi Telur yang Sudah Disimpan Selama 3 Tahun?
18.09.2015

Telur pitan atau yang juga disebut dengan telur seribu tahun ini memiliki warna kehitaman. Mereka yang kurang tahu mungkin akan menyangkanya sebagai telur busuk yang pantas dibuang. Padahal, telur ini sangat lezat jika dipadukan dengan bubur atau juga salad. Nah, sebenarnya apa itu telur pitan dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak informasi berikut ini:

Asal-muasal telur pitan

Telur pitan merupakan salah satu makanan khas Tionghoa yang bisa terbuat dari telur ayam, itik, dan juga bebek. Kenapa disebut sebagai telur seribu tahun karena telur ini memiliki expired date sampai tiga tahun atau 1000 hari. Meskipun disimpan selama waktu tersebut, telur pitan ini bisa tetap dikonsumsi karena memiliki rasa lezat yang sangat menggugah selera.

Bubur dikonsumsi dengan telur pitan
Bubur dikonsumsi dengan telur pitan

Cara pembuatan telur pitan

Untuk membuat makanan unik ini, telur dibalut dengan campuran tanah liat dan bata yang diberi daun teh kering, arang, kapur sirih, serta juga sekam padi. Setelah terbalut sempurna, kemudian telur akan diawetkan selama 3 bulan atau kurang lebih selama 100 hari barulah bisa dikonsumsi

Disimpan selama 100 hari membuat telur pitan ini matang secara alami. Rasanya sendiri kenyal  dan gurih, namun tentu saja memiliki bau yang agak menyengat. Di Taiwan dan Jepang, telur pitan ini dikonsumsi bersama dengan tahu rebus dan dipadukan dengan serutan ikan cakalang kering atau yang biasa disebut dengan katsuobushi. Sedangkan masyarakat Kanton lebih suka mengonsumsi telur pitan dengan acar jahe. Di Jakarta, biasanya telur pitan diolah sebagai sayur tumis atau juga pelengkap bubur.

Saat ini telur pitan juga banyak dijual di supermarket. Jadi, B’timers yang penasaran bisa langsung membelinya dan mengolahnya di rumah.

Share This Article