Bertahan Hidup dengan Kenali Ciri Tanaman Beracun | Breaktime
Bertahan Hidup dengan Kenali Ciri Tanaman Beracun
21.11.2017

Berbagai spesies hewan dan tumbuhan memiliki cara masing-masing untuk melindungi diri. Apabila beberapa hewan dibekali dengan kemampuan penyamaran atau menyerang musuh, tanaman juga menyimpan racun pada beberapa bagian. Beberapa tanaman beracun sama sekali tidak bisa disentuh apalagi dikonsumsi tanpa membuat Anda mengalami keracunan fatal. Aneka tanaman seperti tanaman hias sri rejeki, pohon bintaro yang meneduhkan, tanaman obat mahkota dewa, hingga pohon sirsak memiliki bagian beracun namun masih bisa dikonsumsi pada beberapa bagian tertentu.

Sebagian besar tanaman beracun berada jauh dari lingkungan pemukiman. Meski demikian, jenis tanaman beracun lainnya juga dapat ditemukan dengan mudah di dekat tempat tinggal Anda. Tahukah B’timers bahwa ada beberapa petunjuk mudah yang bisa diandalkan untuk mengidentifikasi tumbuhan beracun? Salah satu cara terbaik ialah dengan melihat interaksi antara hewan dengan tanaman tersebut. Suatu tanaman bisa jadi mengandung racun apabila para binatang terlihat enggan mendekati lingkungan tempat tumbuhan tersebut tumbuh. Tentu saja, B’timers yang tinggal di dekat alam terbuka atau pecinta kegiatan alam seringkali memerlukan survival skill berupa identifikasi status aman atau tidaknya suatu tanaman.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Penggemar Kopi Lakukan Ini Untuk Gigi Tetap Putih

Sebagian besar tanaman yang Anda temukan bisa jadi aman untuk dikonsumsi, namun Anda tidak akan pernah tahu apakah tanaman tertentu di antaranya mengandung racun mematikan. Apabila tidak ada penduduk setempat yang bisa ditanyai langsung, Anda sebaiknya menghindari tanaman bergetah karena getah merupakan bagian tanaman yang seringkali mengandung racun. Apabila getah beracun mengenai kulit, Anda bisa merasakan reaksi gatal yang dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh. Untuk menanganinya, Anda bisa menggosokkan bunga tanaman lain yang tak bergetah ke bagian tubuh yang terasa gatal. Kandungan flavonoid pada bunga merupakan antioksidan yang akan menetralisir racun dengan cepat. 

Bertahan Hidup dengan Kenali Ciri Tanaman Beracun | Breaktime
Warna mencolok pada bagian tertentu tanaman merupakan indikasi adanya racun

Selain tanaman yang cenderung dihindari oleh satwa liar, tanaman beracun biasanya merupakan tanaman yang mengeluarkan bau tak sedap hingga menimbulkan gejala pusing-pusing. Tanaman beracun juga memiliki ciri utama berupa daun yang bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, hingga memiliki permukaan kasar. Tanaman berdaun keras atau liat sebaiknya juga tidak dikonsumsi karena dipercaya memiliki kandungan racun tersendiri.

Tanaman palem-paleman cenderung aman dikonsumsi mulai dari bagian batang berwarna putih hingga buah yang enak dimakan. Sebut saja kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan siwalan yang banyak dibudidayakan manusia serta diolah buahnya untuk dikonsumsi secara massal. Meski sebagian besar tanaman berumbi bisa dimakan untuk cadangan energi, beberapa jenis umbi tertentu akan menimbulkan reaksi gatal-gatal di mulut dan bibir ketika dimakan. Sebelum mengkonsumsi, cicipi dahulu dalam jumlah kecil untuk memastikan kandungan racunnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Waspada, Ini Tanda Anda Kelebihan Protein!

Tanaman rambat juga memiliki ciri khusus bagi tanaman beracun, misalnya yang melilit ke arah kiri atau berlawanan jarum jam serta memiliki batang berduri. Jenis tanaman merambat yang beracun meliputi gadung (Dioscorea hispida), yang uniknya masih bisa dikonsumsi dengan teknik mepngolahan khusus. Tanaman rambat yang memilit ke arah kanan atau searah jarum jam, misalnya, tidaklah beracun dan bisa dimakan dengan aman. Sebut saja gembili (Dioscorea aculeata), gembolo (Dioscorea bulbifera), dan ubi rambat.

Jamur merupakan jenis tanaman yang paling banyak diandalkan sebagai bahan konsumsi di alam liar. Uniknya, terdapat berbagai jenis jamur liar yang ebracun dan tidak aman dikonsumsi. Jamur beracun biasanya memiliki paying berwarna gelap atau mencolok, misalnya biru, kuning, jingga, atau merah. Jamur beracun juga biasanya berbau tak sedap karena adanya kandungan asam sulfida atau amonia. Beberapa jamur dengan cincin atau cawan pada tangkainya seperti Amanita muscaria memiliki paying berwarna merah dan bintik putih memiliki racun yang sangat kuat. Meski demikian, jamur merang yang juga memiliki cawan atau cincin juga dapat dapat dikonsumsi dengan aman.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cara Menyimpan Makanan yang Baik dan Menyehatkan

Sebagian besar jamur beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, seperti tempat pembuangan sampah atau kotoran hewan. Jamur beracun jenis tertentu yang dikerat pisau lalu ditempelkan dengan perak biasanya akan muncul warna hitam atau biru. Perubahan warna jamur beracun tersebut juga muncul pada saat dimasak atau dipanaskan, yakni berubah warna dari putih ke warna gelap. Demikian halnya ketika dimasak dan ditempelkan dengan nasi putih. Warna nasi yang berubah gelap menandakan adanya kandungan racun pada jamur. Semoga B’timers senantiasa terhindar dari kandungan racun pada tanaman liar ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE