Berkenalan dengan Roti Hitam Takesumi Shokupan | Breaktime
Berkenalan dengan Si Roti Hitam Takesumi Shokupan
13.11.2015

Ketika pertama kali melihat penampakan takesumi shokupan, B’timers pasti merasa aneh. Sekilas, takesumi shokupan terlihat seperti roti tawar gosong karena warnanya yang begitu hitam. Tapi, warna hitamnya ini berasalah dari campuran arang bambu yang ditambahkan ke dalam adonan roti.

Bahan dasar

Takesumi merupakan bahasa Jepang yang berarti arang bambu, sedangkan shokupan berarti roti tawar. Jadi, takesumi shokupan berarti roti tawar arang bambu. Bahan utama untuk membuat si hitam ini adalah tepung terigu yang dicampur dengan arang bambu. Jadi, jangan heran kalau warnanya hitam pekat. Selain tepung dan arang, bahan-bahan lain seperti gula, mentega, dan telur juga digunakan untuk membuat roti ini.

Berkenalan dengan Roti Hitam Takesumi Shokupan | Breaktime
Arang bambu akan dihaluskan untuk dicampur sebagai bahan adonan

Penyajian

Penyajian takesumi shokupan tak jauh berbeda dengan penyajian roti tawar pada umumnya. Namun, sangat disarankan untuk menyantapnya bersama dengan makanan sehat lainnya, seperti butter yang lebih baik dibanding mentega, selai kacang, daging, telur, ataupun sayuran. Menyantap takesumi shokupan bersama makanan sehat lain akan membuat manfaatnya semakin terasa. Tapi ingat, jangan berlebihan ya, karena kalori harus tetap sesuai kebutuhan. Tak jarang pula, takesumi shokupan disajikan sebagai sandwich dengan beragam isian nikmat.

Manfaat

Arang bamboo sebagai bahan utama takesumi shokupan, telah dikenal sejak lama sebagai penetralisir racun, tidak hanya di Jepang tapi juga di Indonesia. Takesumi shokupan, seperti halnya arang bambu, sangat bermanfaat untuk tubuh, seperti menyeimbangkan metabolisme, mereduksi kolesterol, mencegah penuaan dini, mencegah penyakit jantung, bahkan dapat mengurangi risiko kanker kolon.

Berkenalan dengan Roti Hitam Takesumi Shokupan | Breaktime
Sandwich Takesumi Shokupan

Penelitian terkait

Thomas Hofmann, peneliti dari Universitas Munster, Jerman, menemukan bahwa bagian terbaik dari sebuah roti adalah pinggirannya. Pinggiran roti yang biasanya lebih keras dibandingkan dengan bagian tengah roti, ternyata menyimpan antioksidan yang lebih banyak.

Selama proses pemanggangan, akan terbentuk antioksidan pronyl-lisin pada bagian kulit atau pinggiran roti. Antioksidan ini akan terbentuk dengan baik pada permukaan yang bersentuhan langsung dengan panas, oleh sebab itu bagian pingir memiliki kandungan pronyl-lisin lebih banyak.

Tertarik mencoba si hitam legam yang kaya manfaat ini, B’timers? (dfr)

Share This Article