Benarkah Mitos Makanan Untuk Ibu Hamil Ini? | Breaktime
Benarkah Mitos Makanan Untuk Ibu Hamil Ini?
13.07.2017

Menjadi seorang ibu yang sedang hamil memang bukan hal yang mudah. Setiap ibu punya tipe hamil yang berbeda-beda tentunya. B’timers yang sedang hamil muda atau pertama kali hamil pasti sering merasa was-was terhadap kehamilannya. Semuanya tergantung apa yang dikatakan oleh dokter dan apa yang Anda rasakan. Namun yang terpenting adalah B’timers harus memperhatikan makanan untuk ibu hamil yang menyehatkan ibu dan janin.

Namun, ketakutan ibu hamil juga bisa terjadi pada makanan yang mereka konsumsi. Hingga akhirnya menimbulkan mitos yang sebetulnya belum tentu benar terjadi. Apa saja mitos-mitos makanan untuk ibu hamil yang tidak seharusnya dipercaya begitu saja? Simak, yuk ulasannya berikut ini!

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Moms, Berikut Ini Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil!

Kacang-kacangan

Nah, yang pertama adalah jenis kacang-kacangan. Makanan yang satu ini sering sekali menjadi pantangan untuk ibu hamil. Padahal, zaman dahulu kacang tak pernah dipantang oleh ibu hamil sekalipun. National Health Service (NHS) saat ini menyarankan bahwa kacang aman dikonsumsi jika sang ibu secara alami tidak mengalami alergi dan tidak ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa kacang berhubungan dengan perkembangan alergi pada anak. Jadi, selama tidak ada masalah Anda boleh mengonsumsinya.

Daging merah

Jika dimasak setengah matang, daging merah memang bisa menyebabkan toksoplasmosis. Jadi, jika Anda sedang mengalami kehamilan maka masaklah daging merah dengan baik dan benar. Toksoplasmosis sendiri merupakan penyakit parasit langka, tidak memiliki gejala, dan bisa menyebabkan keguguran atau komplikasi lainnya.

Jadi, sebaiknya bekukan daging dahulu atau masak hingga matang untuk membunuh mikroorganisme. Sehingga Anda bisa dengan aman makan makanan untuk ibu hamil tanpa perlu merasa was-was.

Benarkah Mitos Makanan Untuk Ibu Hamil Ini? | Breaktime
Daging merah bolehkan dikonsumsi ibu hamil?
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jaga Kandungan Dengan Menu Sehat Ibu Hamil

Kafein

Ibu hamil sering percaya bahwa kelebihan kafein akan menyebabkan berat badan bayi saat lahir lebih rendah dan bisa membuat bayi berisiko mengalami masalah dalam pertumbuhannya. Menurut NHS, semua itu bisa dikendalikan jika Anda hanya mengonsumsi tak lebih dari 200 mg kafein dalam satu hari. Kandungan kafein sebanyak 75 mg pada cangkir teh, 140 mg pada cangkir kopi filter, dan 40 mg dalam kaleng soda.

Sushi

Makanan khas Jepang yang identik dengan ikan mentah ini juga dianggap membahayakan ibu dan bayi, karena dalam ikan mentah akan hidup cacing-cacing kecil. Sebenarnya tak jadi masalah jika ibu memasaknya dengan benar. Selain itu, ikan tuna juga mengandung merkuri, jadi sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari dua potong tuna dalam seminggu.

Cokelat

Studi di University of Helsinki membuktikan bahwa memang ada kaitan antara ibu hamil yang makan cokelat dengan bayi yang akan merasa lebih bahagia. Hal tersebut disebabkan oleh serotonin, yang merupakan hormon pemicu rasa senang dan diteruskan pada bayi yang ada dalam kandungan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Makanan Sehat dan Bernutrisi Buat Ibu Hamil

Meski begitu, cokelat juga berpotensi untuk menggemukkan badan. Kemudian menyebabkan tekanan pada tubuh dan membuat sang ibu melakukan operasi caesar saat melahirkan.

Teh herbal

The Food Standarts Agency (FSA) merekomendasikan untuk tidak minum lebih dari empat cangkir sehari selama masa kehamilan. Anda juga harus ingat bahwa teh juga mengandung kafein.

Nah, jadi cari tahu dulu sebab-akibat mitos yang berkembang di masyarakat. Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter tentang makanan untuk ibu hamil yang bagus untuk ibu dan janin. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE
related img
icon maps
BALI
GUIDE