Benarkah Makan Daging Babi Tidak Menyehatkan? | Breaktime
Benarkah Makan Daging Babi Tidak Menyehatkan?
01.02.2016

Anda biasa memesan Herb-roasted pork loin with parsley-shallot sauce, atau teriyaki pork tenderloin saat makan malam di restaurant, B’timers? Atau mungkin Anda merupakan orang yang anti olahan daging babi?

Well, belakangan ini muncul kabar, bahwa daging babi sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi, karena dapat meningkatkan resiko penyakit tertentu. Namun, terlepas dari kepercayaan tertentu, sebenarnya, mana yang benar? Apakah babi benar-benar tidak sehat untuk dikonsumsi?

Fakta tentang babi

Daging babi menjadi salah satu daging yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Dan Cina merupakan produsen daging babi terbesar sejak tahun 7500 SM. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, lebih dari 100 virus datang ke Amerika Serikat setiap tahunnya dari Cina memalui babi.

Tentunya Anda akrab dengan H1N1, atau yang lebih dikenal sebagai ‘flu babi’. Virus yang bisa menular ke manusia ini ternyata bukan satu-satunya penyakit mematikan yang bisa Anda dapatkan dengan memakan olahan daging babi, lho, B’timers.

Daging babi mengandung racun?

Diketahui, daging babi mengandung racun lebih banyak dari daging lain, seperti daging sapi atau ayam. Alasannya berkaitan dengan sistem pencernaan mereka. Babi mencerna makanan apapun lebih cepat daripada hewan lainnya. Padahal saat hewan mencerna yang dimakan, mereka menyingkirkan kelebihan racun serta kandungan lain dari makanan yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Masalah lainnya adalah, babi tidak memiliki kelenjar keringat. Padahal seperti yang kita ketahui, kelenjar keringat ini merupakan salah satu cara tubuh membuang racun yang ada. Hal inilah yang membuat babi memiliki lebih banyak racun di dalam tubuhnya.

Benarkah Makan Daging Babi Tidak Menyehatkan? | Breaktime
Sakit perut akibat mengonsumsi makanan

Hubungan dagin babi dengan kesehatan

Apakah Anda sudah tahu bahwa babi juga membawa berbagai parasit dalam tubuh dan daging mereka, B’timers? Yang mengerikan, beberapa parasit ini tidak bisa mati, bahkan setelah proses memasak. Inilah mengapa Anda sering mendengar pentingnya mengonsumsi daging matang.

Salah satu masalah terbesar dari makan daging babi adalah trichinellosis atau cacingan. Larva cacing trichinella bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging babi yang Anda konsumsi, baik daging matang atau mentah.

But that’s not all…

Entah apakah melalui kontak langsung dengan babi atau dengan memakan olahan daging babi, Anda sama beresikonya terkena penyakit yang mematikan. Contohnya, virus hepatitis E, nipah, menangle, PRRS (Rorcine Reproduktive and Respiratory Syndrome), dan tentu cacing pita (taenia solium).

Masing-masing parasit serta virus tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dalam jangka waktu panjang.

Jadi, apakah Anda masih ingin sarapan dengan daging ham atau bacon sebagai pendamping roti bakar atau telur orak arik, B’timers? (NO)

Share This Article