Aneka Bumbu Unik untuk Citarasa Masakan nan Beda | Breaktime
Aneka Bumbu Unik untuk Citarasa Masakan nan Beda
17.10.2017

Dalam dunia kuliner, berbagai perisa makanan alami hingga buatan telah dikembangkan sepanjang peradaban manusia. Dalam kosakata bahasa Inggris, spice yang merupakan ekstrak dari akar, buah, biji, hingga batang tanaman tertentu yang digunakan untuk mewarnai, menambah citarasa, maupun mengawetkan masakan, dibedakan dengan herbs yang merupakan aneka jenis dedaunan, bunga, maupun gagang tanaman yang digunakan langsung sebagai bumbu maupun garnish. Berbagai jenis bumbu atau spice biasanya diolah menjadi bentuk bubuk untuk mempermudah pemakaian saat memasak.

Tak hanya menambah citarasa masakan, aneka jenis bumbu dan rempah juga diperkaya dengan kandungan antimicrobial yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Karena itulah, manusia sejak zaman purbakala telah memahami penggunaan bumbu dan rempah dalam memasak daging agar tak mudah busuk. Selain banyak diproduksi di negara beriklim tropis, negara-negara tersebut juga paling banyak menggunakan bumbu dan rempah-rempah dalam mengolah makanan karena tingginya risiko penyakit.  Bumbu dan rempah-rempah juga digunakan dalam berbagai keperluan lainnya seperti pengobatan, ritual religi, kosmetik, hingga pembuatan parfum.

Dalam khazanah kuliner dunia, bumbu yang paling banyak digunakan dalam memasak ialah garam, gula, dan merica. Sebagai salah satu bumbu yang paling populer, garam sendiri pernah mengalami masa-masa suram ketika kebanyakan ahli gizi sepakat bahwa garam tidaklah baik bagi kesehatan. Meski telah terbantahkan, asumsi tersebut ada benarnya mengingat bahwa semua hal yang berlebihan sejatinya tidaklah baik. Konsumsi garam secara berlebihan dapat menyebabkan bloating dan mudah haus, selain dari risiko kesehatan yang cukup fatal seperti lonjakan tekanan darah secara drastis. Dari berbagai sudut dunia, sebenarnya ada banyak jenis bumbu selain garam, gula, dan merica yang belum banyak dieksplorasi oleh para penggiat kuliner.

Aneka Bumbu Unik untuk Citarasa Masakan nan Beda | Breaktime
Garam masala, bumbu eksotis dari India

Berasal dari India, garam masala biasanya ditambahkan ke masakan untuk menciptakan sensasi panas ala rempah serta menguatkan aroma. Meski memiliki bahan racikan yang berbeda-beda berdasarkan setiap daerah di India, garam masala secara umum terbuat dari campuran lada,cengkeh, daun salam koja, cabe jawa, jintan hitam, jintan, kayu manis, kapulaga, biji pala, fuli, dan bunga lawang yang dihaluskan. Berasal dari bahasa Hindi, nama garam masala berasal dari kata garam yang berarti “panas”, bukan pedas, dan masala yang berarti “racikan rempah-rempah”.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dessert Apel Ini Dibuat Hanya Dengan 6 Bahan!

Sebagai bumbu dasar dari aneka jenis masakan kari ala India, garam masala merupakan campuran dari berbagai bumbu yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia. Sebut saja lada yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi dan kayu manis yang berkhasiat mengatur gula darah. Garam masala juga tersusun dari biji adas untuk melancarkan sistem pencernaan, cengkeh untuk mencegah pembentukan gas berlebih dalam perut, bunga lawang untuk mencegah bloating, serta pala untuk meningkatkan daya ingat dan menciptakan suasana rileks pada tubuh. Tambahkan garam masala dengan aneka kacang-kacangan untuk membumbui aneka jenis kabobs atau daging panggang sekaligus menjadikannya kaya protein. Garam masala juga busa digunakan sebagai perisa alami pada aneka olahan jagung, kentang tumbuk, serta menambahkan sensasi hangat dan citarasa rempah pada aneka pastry atau pai labu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cara Ajaib Memasak Pasta dengan Pasta Hacks

Selanjutnya, terdapat harissa yang merupakan pasta cabai pedas dari kawasan Afrika utara seperti Tunisia, Libya, dan Aljazair. Jenis bumbu yang satu ini berasal dari campuran cabai merah bakar, lada Baklouti, lada Serrano, pasta bawang putih, biji ketumbar, saffron, mawar, jintan, serta sedikit minyak sayur dan minyak zaitun. Harissa tersohor dengan manfaatnya untuk memperlancar metabolisme tubuh serta asupan vitamin A, C, dan B6 bagi mata, kulit, dan sistem imun tubuh, serta diperkaya lycopene yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan kanker. Citarasa harissa diperkaya oleh jintan yang berfungsi sebagai antihistamin, serta perpaduan ketumbar, tomat, kelopak mawar, dan mint yang kaya akan kandungan zat besi. Bahan penyusun harissa seperti bawang putih dan minyak zaitun juga menghasilkan bumbu yang sempurna untuk melapisi daging unggas dan babi sebelum dipanggang, maupun menambahkan sensasi panas pada chili dan aneka saus lainnya.

Aneka Bumbu Unik untuk Citarasa Masakan nan Beda | Breaktime
Bubuk kari yang tak hanya lezat tapi juga bermanfaat bagi kesehatan

Salah satu bumbu kelas dunia ini terbilang klasik karena tak hanya menghasilkan masakan yang menggugah selera, bubuk kari juga memiliki komposisi berupa jintan putih yang berkhasiat sebagai bahan alami untuk menurunkan berat badan serta fenugreek atau kelabat yang mampu mengurangi nafsu makan. Selain manfaatnya sebagai asupan diet, bubuk kari juga mengandung kunyit dan mustard sebagai bahan alami anti-peradangan. Bubuk kari merupakan bumbu utama yang tak hanya menambahkan pewarna kuning cerah alami, tapi juga membantu proses slow cooking Anda serta aneka jenis masakan seperti chili, sup, stew, dan tentu saja kari.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil Trimester 3

Kini B’timers tak perlu lagi memasak dengan menggunakan bumbu dapur yang itu-itu saja. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE