Alpukat, Buah Berlemak yang Justru Bisa Turunkan Kolesterol
Alpukat, Buah Berlemak yang Justru Bisa Turunkan Kolesterol
23.09.2015

Alpukat dikenal sebagai salah satu makanan diet yang mampu membantu B’timers menurunkan berat badan. Namun, alpukat memiliki manfaat yang lebih dari itu, yakni dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Benarkah?

Kolesterol

Kolesterol jahat atau sering disebut sebagai LDL merupakan salah satu jenis lemak dalam tubuh manusia. LDL tak hanya ditemukan dalam tubuh, tapi juga dari makanan yang Anda konsumsi. Sayangnya, ketika menumpuk di dalam tubuh, LDL dapat memicu kelebihan berat badan, penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, kita wajib menjaga kadar LDL tubuh.

Alpukat

Alpukat merupakan makanan rendah gula
Alpukat merupakan makanan rendah gula

Alpukat merupakan salah satu buah yang kaya akan kandungan lemak tak jenuh. Tak hanya itu, alpukat juga kaya vitamin, mineral, serat, pitosterol, dan polifenol yang merupakan jenis antioksidan pencegah kanker.

Salah satu kandungan yang amat bermanfaat bagi penurunan LDL adalah pitosterol yang terdiri dari sitosterol, campesterol, dan stigmasterol. Secara ilmiah, struktur molekul pitosterol mirip dengan struktur molekul kolesterol. Hal ini memungkinkan adanya persaingan antara kolesterol dan pitosterol untu diserap oleh usus. Akibatnya, penyerapan LDL akan berkurang, sehingga kadarnya dalam tubuh pun berkurang.

Dalam sebuah alpukat mengandung sedikitnya 25 miligram beta-sitosterol yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol hingga 0,2 persen. Alpukat juga merupakan makanan bebas kolesterol dengan kandungan gula kurang dari 1 gram. Oleh karena itu, mengonsumsi alpukat setiap hari sangat baik untuk menurunkan kandungan kolesterol secara signifikan.

Penelitian terkait

Salad alpukat untuk diet Anda
Salad alpukat untuk diet Anda

Tak hanya teori, manfaat alpukat untuk menurunkan kolesterol pun telah melalui penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association.

Penelitian yang melibatkan 45 pria dan wanita berumur 21 hingga 70 tahun tersebut, menerapkan tiga teknik penurunan kolesterol, yakni diet rendah lemak tanpa alpukat, diet sedang lemak tanpa alpukat, dan diet sedang lemak dengan satu alpukat perhari.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi satu alpukat perhari, memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi alpukat. Bahkan, kadar kolesetrol diet dengan alpukat tak jauh beda dengan diet rendah lemak.

Tak hanya itu, diet alpukat juga memberi manfaat bagi penyediaan energi untuk tubuh dengan peningkatan trigliserida. Jika B’timers memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi, alpukat bisa menjadi makanan pilihan harian Anda, bukan? 

Share This Article