Alasan Makan Kentang Berlebihan Bisa Berbahaya | Breaktime
Alasan Kenapa Makan Kentang Berlebihan Bisa Berbahaya
10.07.2016

Hayooo, suka mengganti nasi dengan kentang karena ingin mengurangi berat badan, B’timers? Ya, jenis umbi yang satu ini memang dikenal jauh lebih menyehatkan jika dibandingkan dengan nasi putih. Dan ternyata ada fakta yang cukup mengejutkan, yang harus Anda ketahui mengenai makan kentang terlalu banyak serta hubungannya dengan kesehatan. Wah, benarkah kebiasaan ini bisa berbahaya, B’timers?

Bahaya makan kentang terlalu banyak bagi tubuh

Hasil penelitian yang ditemukan oleh Harvard Medical School menemukan bahwa terlalu banyak makan kentang ternyata dapat meningkatkan risiko tekanan darah, lho. Mereka yang mengonsumsi kentang empat kali dalam seminggu, B’timers. Yang lebih mengejutkan, risiko masih tetap ada meskipun kentang diolah dengan cara digoreng, direbus atau dikukus.

Menurut para peneliti, pati yang terkandung di dalam kentang merupakan penyebab utama dari kondisi ini, B’timers. Kentang sendiri memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Dan kandungan tersebut dapat berubah menjadi gula jika sudah masuk ke dalam tubuh. Nah, tak heran kan, jika kadar gula dalam darah Anda naik secara drastic jika mengonsumsi kentang setiap hari?

Alasan Makan Kentang Berlebihan Bisa Berbahaya | Breaktime
Makan kentang sesekali sih, diperbolehkan, B’timers

Penelitian dampak makan kentang bagi kesehatan

Sementara dalam British Medical Journal, dari sampel sebanyak 187 pria dan wanita, ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi kentang hingga empat porsi atau lebih dalam seminggu risiko tekanan darah akan meningkat mencapai 11 persen, dibandingkan mereka yang hanya makan kentang kurang dari satu kali dalam sebulan, B’timers.

Namun, studi yang lebih mendalam mengenai faktor penyebab dan perbandingan hal tersebut dengan gaya hidup seseorang masih perlu dilakukan. Menurut salah seorang ahli gizi senior dari British Heart Foundation, Victoria Taylor, penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara keduanya. Dan ditegaskan olehnya, bahwa itu bukanlah sebab akibat.

Namun sebaiknya jangan terlalu berlebihan dalam mengonsumsi satu jenis makanan, apalagi jika Anda konsumsi hampir setiap hari, B’timers. (NO)

Share This Article